JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Suara Kaum Awam Katolik Papua kembali menggelar aksi protes ke-48 pada Minggu (21/09). Aksi ke sekian kalinya Masi sama menyoroti pernyataan Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC yang akrab disebut USMAN terkait dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Tanah Anim Ha, Papua Selatan.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
1. USMAN segera melakukan klarifikasi atas pernyataannya mengenai dukungan terhadap PSN di Tanah Anim Ha.
2. Pergantian Uskup Keuskupan Agung Merauke, karena dinilai tidak berpihak pada umat lokal.
3. Vatikan, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan para uskup di Papua diminta melakukan investigasi atas dugaan keterlibatan pemimpin hirarki Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke dalam PSN yang dianggap berpotensi mengakibatkan ekosida, spiritsida, etnosida, dan genosida di Tanah Adat Anim Ha.
4. Kebutuhan mendesak akan Uskup Orang Asli Papua di tiga keuskupan, yakni Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agats-Asmat, dan Keuskupan Manokwari-Sorong.
Dalam pernyataan sikapnya, Suara Kaum Awam Katolik Papua menegaskan bahwa keberadaan uskup dari Orang Asli Papua penting demi memastikan kepemimpinan gereja lebih kontekstual dan berpihak pada umat setempat.
Aksi yang berlangsung pada hari Minggu itu ditutup dengan seruan doa: “Ugatame memberkati selalu”, serta salam persaudaraan: Salve, Syalom Kaverim.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh Stenly Dambujai dan Chris Dogopia selaku perwakilan Suara Kaum Awam Katolik Papua.