PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Seorang mahasiswi dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tidak mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Yowari. Korban diketahui bernama Martina Biri (22), mahasiswi Universitas Cenderawasih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jurusan Manajemen Pendidikan.
Korban berasal dari Provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan keterangan keluarga, Martina mulai merasakan sakit sejak 10 Februari 2026.
Pada 13 Februari 2026 lalu, korban pertama kali mendatangi Rumah Sakit Yowari untuk mendapatkan perawatan. Saat itu, petugas medis hanya melakukan penanganan dengan mengeluarkan lendir dari tubuh pasien dan meminta korban untuk kembali melakukan kontrol pada 4 Maret 2026.
Sesuai jadwal yang diberikan, pada 4 Maret 2026 korban kembali datang ke rumah sakit untuk kontrol. Namun menurut keluarga, hasil pemeriksaan dan penanganan yang diberikan masih sama seperti sebelumnya tanpa ada tindakan medis lanjutan.
Pada hari kejadian, korban berangkat dari kawasan Hawai menuju Rumah Sakit Yowari sekitar pukul 05.00 WIB dengan menggunakan sepeda motor bersama pacarnya dan tiba sekitar pukul 05.30 WIB.
Melihat kondisi korban yang semakin memburuk, pacarnya segera meminta bantuan kepada petugas yang berjaga di depan rumah sakit agar korban segera mendapatkan penanganan darurat. Namun petugas tersebut justru meminta agar pasien terlebih dahulu melakukan pemeriksaan darah.
Pemeriksaan darah tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Setelah proses pemeriksaan selesai dan hendak kembali ke Unit Gawat Darurat (UGD), petugas yang sebelumnya membantu disebut sudah tidak berada di lokasi.
Pacar korban kemudian masuk ke dalam rumah sakit untuk melaporkan kondisi pasien kepada dokter yang bertugas. Namun menurut keterangan keluarga, dokter tersebut diduga tidak segera memberikan penanganan dan justru lebih dulu menangani pasien lain yang mengalami luka ringan.
Kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB Martina Biri dinyatakan meninggal dunia di area parkiran motor rumah sakit tanpa sempat mendapatkan pertolongan medis.
Peristiwa ini memicu keprihatinan dan duka dari keluarga serta kerabat korban. Mereka berharap pihak rumah sakit dapat memberikan penjelasan terkait dugaan kelalaian dalam penanganan pasien yang berujung pada meninggalnya mahasiswi tersebut. (Laporan Keluarga Korban marga Biri)