PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai kembali menggelar pemeriksaan massal tes darah lengkap dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS. Kegiatan ini merupakan pemeriksaan massal ke-V yang dilaksanakan bekerja sama dengan Laboratorium RSUD Paniai, Kamis (23/04/2026).
Pemeriksaan berlangsung di Sekretariat KPA Kabupaten Paniai, Jalan Raya Madi, Distrik Paniai Timur, Papua Tengah. Kegiatan ini diinisiasi oleh jajaran pengurus KPA Paniai, yakni Ketua Sepanya Yogi, S.Ip, Sekretaris Agustinus Muyapa, SH, serta Bendahara Nikolaus Yogi, S.E., bersama seluruh anggota KPA.
Pelaksanaan teknis kegiatan dipimpin oleh Divisi Program dan Monitoring Evaluasi (Monev) KPA Paniai yang juga Kepala Laboratorium RSUD Paniai, Kosmas Kudubun, S.Tr.Kes. Ia didampingi tenaga medis laboratorium, termasuk Victor Sirgar, A.Md.Kes.
Sebanyak sekitar 20 orang yang terdiri dari anggota KPA dan simpatisan turut ambil bagian dalam pemeriksaan tersebut. Mereka menjalani pengecekan darah lengkap sebagai langkah awal deteksi dini penyakit, khususnya HIV-AIDS.
Kosmas Kudubun menjelaskan bahwa KPA merupakan organisasi mitra pemerintah daerah yang berperan dalam penanganan HIV-AIDS di Kabupaten Paniai. Menurutnya, kegiatan pemeriksaan massal ini bertujuan untuk memastikan deteksi awal potensi penularan penyakit tersebut di masyarakat.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari program KPA untuk memastikan potensi penularan HIV-AIDS. Selanjutnya, jika ditemukan indikasi, akan direkomendasikan untuk pemeriksaan lanjutan di RSUD sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPA Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, menegaskan bahwa kegiatan pemeriksaan massal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan HIV-AIDS.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, KPA Paniai telah melakukan pemeriksaan terhadap 2.475 orang di wilayah tersebut. Program ini berjalan melalui kolaborasi dengan RSUD Paniai, khususnya bagian laboratorium.
“Program utama KPA adalah sosialisasi, edukasi, dan advokasi. Pemeriksaan massal ini menjadi langkah awal sebelum kami turun langsung mengedukasi masyarakat luas,” ungkapnya.
Sepanya Yogi juga menekankan pentingnya memberikan contoh kepada masyarakat dengan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan internal di kalangan anggota KPA. Ke depan, pihaknya akan memperluas kegiatan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk sekolah, gereja, perkantoran, dan komunitas.
“Kami ingin menyelamatkan generasi muda Paniai. Kesadaran diri menjadi kunci penting dalam mencegah penyebaran HIV-AIDS. Karena itu, edukasi harus terus dilakukan secara masif,” tegasnya.
Selanjutnya akhir sambutannya, Sepanya Yogi berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin serta memahami bahaya HIV-AIDS, sehingga dapat menekan angka penyebaran penyakit tersebut di wilayah Papua Tengah, dan khususnya di kabupaten Paniai. (*)