DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Kondisi akses jalan darat di wilayah Distrik Mapia Barat yang semakin memprihatinkan dan rusak parah di sejumlah titik, menjadi sorotan utama warga. Keluhan tersebut langsung disampaikan kepada pihak Pemerintah Daerah [Pemda] saat berlangsungnya pemeriksaan pekerjaan fisik oleh Badan Pemeriksa Keuangan [BPK] di lokasi tersebut, Rabu [22/04].
Warga menilai, kerusakan jalan yang terjadi selama ini seolah tidak terlihat atau belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.
“Kami melihat kondisi jalan ini sangat rusak parah, namun rasanya Pemda setempat tidak pernah melihat apa yang sebenarnya kami alami dan rasakan di lapangan,” ujar salah satu warga.
Beban Biaya dan Kesulitan Transportasi
Selain kerusakan fisik, warga juga mengeluhkan dampak ekonomi yang ditimbulkan. Biaya pengiriman bahan bangunan dari Nabire hingga ke lokasi disebut mencapai Rp10 juta per pengiriman.
Lebih jauh dijelaskan, karena kondisi jalan yang sangat rusak dan berat, kendaraan besar seringkali tidak mampu melintas hingga titik akhir.
“Biasanya, bahan-bahan berat harus diturunkan terlebih dahulu di Kali Pogi mengingat medan yang sulit dan rusak. Dari situ, butuh dua kali angkut atau mobilisasi terpisah agar barang bisa sampai ke lokasi tujuan,” tambahnya.
Janji Perbaikan dari Dinas PUPR
Keluhan ini pun mendapat tanggapan langsung dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang [PUPR] Kabupaten Dogiyai yang turut hadir mendampingi pemeriksaan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Dogiyai, Ancelino A. Gobay, memastikan bahwa perbaikan jalan di wilayah tersebut telah masuk dalam program kerja tahun anggaran berjalan.
“Dalam tahun ini Pemda akan segera mengerjakan perbaikan jalan mulai dari Kampung Abaimaida sampai ke Kampung Piyakunu sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia tahun ini,” tegas Gobay.