DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM — Solidaritas Rakyat Papua (SRP) di Dogiyai mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks korban sipil dalam peristiwa berdarah yang terjadi pada 31 Maret 2026 lalu.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sejumlah pemberitaan hoaks tentang korban pembunuhan Nenek Yulita Ester Pigai dan Martinus Yobee.
Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu (12/04), SRP menyatakan jangan mudah percaya dan terprovokasi dengan berita hoaks yang beredar di media lokal beberapa hari terakhir ini.
Lanjutnya, Kami mengajak semua masyarakat menunggu hasil investigasi yang resmi dari pihak-pihak yang melakukan investigasi.
SRP menilai, proses pengungkapan fakta atas peristiwa berdarah di Dogiyai dilakukan melalui mekanisme investigasi yang terbuka, transparan, dan independen, guna memastikan kebenaran data serta kronologi kejadian.
Peristiwa ini turut mencakup kematian seorang anggota kepolisian berinisial JE, serta penembakan terhadap delapan warga sipil Kabupaten Dogiyai. Hingga saat ini, belum ada pelaku pembunuhan.
Menurut SRP, sejumlah bukti berupa rekaman video dan foto sudah lengkap. Benar dan salah akan terungkap dari hasil investigasi yang dilakukan.
Selain itu, SRP mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak terkonfirmasi berpotensi memperkeruh situasi keamanan di tengah masyarakat.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan pemuda, diminta untuk tidak ikut menyebarkan informasi hoaks yang belum jelas kebenarannya.
“Menjaga situasi tetap kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai di Dogiyai,” demikian pernyataan SRP.