DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (24/08) dini hari, menyebabkan banjir besar yang merendam tiga distrik sekaligus, yakni Distrik Kamuu Selatan, Kamuu Induk, dan Distrik Dogiyai. Musibah ini mengakibatkan ribuan warga kehilangan harta benda, termasuk kebun, rumah, hingga ternak.
Anggota DPR Papua Tengah, Yones Waine, menyampaikan keprihatinannya atas bencana tahunan yang kembali menimpa masyarakat Dogiyai. Ia mengatakan banjir kali ini menimbulkan kerugian cukup besar bagi warga, mulai dari kebun pangan hingga hewan ternak seperti sapi, babi, kambing, ayam, dan kelinci.
“Bencana kebanjiran Minggu dini hari mengorbankan harta benda warga, antara lain kebun, rumah, dan ternak,” kata Waine dalam keterangan persnya, Minggu sore (24/08).
Selain kerugian materi, aktivitas masyarakat juga lumpuh total karena ruas jalan utama menuju Kamuu Selatan terendam air. Hal ini membuat warga kesulitan beraktivitas maupun mengakses kebutuhan dasar.
Waine menegaskan, warga sangat berharap adanya langkah cepat dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui dinas terkait untuk memberikan bantuan dan ganti rugi kepada masyarakat terdampak.
Politisi asal Distrik Kamuu Selatan itu juga menyoroti bahwa banjir di Dogiyai bukan pertama kali terjadi. Setiap tahun masyarakat selalu menjadi korban, karena pemerintah belum pernah melakukan normalisasi sungai maupun pembangunan sistem drainase yang memadai.
Ia menyebut ada lima sungai besar, Kali Tuka, Okeiya, Mauwa, Degei, dan Edege Dune—serta satu kali mati yang semuanya bermuara di Distrik Kamuu Selatan. Kondisi inilah yang menyebabkan kawasan tersebut selalu menjadi langganan banjir besar.
“Lima mata air besar ini muaranya hanya satu di Distrik Kamuu Selatan, sehingga setiap tahun masyarakat selalu jadi korban,” tegas Waine.
Atas nama wakil rakyat sekaligus anak daerah, Yones Waine mendesak Pemkab Dogiyai dan Pemprov Papua Tengah segera membangun infrastruktur pencegah banjir, terutama normalisasi sungai dan drainase permanen.
“Saya merasakan duka mendalam atas banyaknya korban harta benda warga. Karena itu saya mohon pemerintah daerah dan provinsi segera membangun drainase serta menormalisasi lima sungai besar agar masyarakat tidak terus jadi korban banjir,” pungkasnya.