SENTANI, JELATANEWSPAPHA.COM – Memperingati 63 tahun penandatanganan Roma Agreement, Badan Pengurus Wilayah (BPW) Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sentani bersama rakyat pejuang menggelar diskusi dan konsultasi rakyat di Basis Baru Sentani Barat, Tabi, pada Selasa (30/9/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas kesepakatan Roma Agreement yang ditandatangani 30 September 1962. Diskusi politik bertema “Rakyat Pejuang Bangsa West Papua Mendesak, PBB Segera Tinjau Kembali Perjanjian Roma” dipandu oleh Ames Kogoya selaku moderator, dengan narasumber Sadracks Lagowan, juru bicara KNPB Sentani yang mewakili pengurus wilayah.
Dalam forum tersebut, pembahasan menyoroti dampak Roma Agreement terhadap situasi Papua, termasuk praktik penindasan dan kekerasan militer, eksploitasi sumber daya alam, pembatasan ruang demokrasi, serta diskriminasi rasial yang masih dialami masyarakat Papua hingga kini.
Menurut paparan narasumber, Roma Agreement berisi sejumlah poin kontroversial yang bahkan dinilai bertentangan dengan hukum internasional, di antaranya penundaan atau pembatalan penentuan pendapat rakyat (PEPERA) 1969, penggunaan sistem musyawarah dalam pelaksanaannya, hingga keterlibatan Amerika Serikat dalam investasi dan pembangunan berbasis eksploitasi sumber daya alam Papua.
Atas dasar itu, BPW KNPB Sentani menyatakan sikap tegas dalam momentum 63 tahun Roma Agreement, yakni:
1. Mendesak PBB segera meninjau kembali Roma Agreement.
2. Menghentikan konflik bersenjata antara TPN-PB dan TNI/Polri demi keselamatan warga sipil.
3. Menghentikan pembangunan dan investasi yang dijalankan pemerintah Indonesia di tanah Papua.
4. Membebaskan seluruh tahanan politik Papua, baik di dalam maupun luar Papua.
5. Memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa West Papua.
Di akhir acara, BPW KNPB Sentani menyerukan kepada rakyat Papua, khususnya di wilayah Tabi, untuk terus membangun konsolidasi rakyat pejuang dari tingkat basis, sektor, hingga akar rumput. Konsolidasi ini dipandang sebagai jalan menuju Mogok Sipil Nasional (MSN) dalam rangka memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri.
“Kami BPW-KNPB Sentani akan terus melakukan konsolidasi rakyat pejuang. Segera siapkan diri untuk menyatukan barisan perjuangan di wilayah Sentani menuju penentuan nasib sendiri,” tegas Sadracks Lagowan. (*)