DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten Dogiyai Tengah melakukan sosialisasi dan Bimbingan Teknis pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana atau Sarpras selama 2 (dua) hari mulai tanggal 26-27 Maret 2025 di Aula SMP YPPK Mowanemani.
Baca Juga: DIKPORA Dogiyai Gelar Sosialisasi Afirmasi Pendidikan Menengah Tahun 2024
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana ini bagian daripada menindaklanjuti surat edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nomor 2859/A.A1/PR/07.05.2025 tentang Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan atau DAPODIK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.
Baca Juga: Bupati Yudas Tebai Ajak Masyarakat Bersinergi Bangun Dogiyai
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga [DIKPORA] Kabupaten Dogiyai David Goo dalam sambutannya menekankan kepada Kepala sekolah dan Operator sekolah betapa pentingnya kualitas data yang akan terupdate pada aplikasi dapodikdasmen.
“Terkait dengan kegiatan hari ini, kami rasa sangat penting. Terkait dengan data yang kami minta, kami sedang rekap. Untuk itu, data-data tersebut akan kami lanjutkan ke kementerian Pendidikan, “jelasnya.
Lanjutnya, data yang diminta upload di sistem Dapodik agar segera diupload sebelum terlambat.
Selain itu, kasubag Program dan Perencanaan Dinas DIKPORA Kabupaten Dogiyai Agustinus Degei menambahkan, revilitasi Pembangunan di sekolah yang bersumber dari dana DAK, dalam pengusulannya berdasarkan isian data DAPODIK yang terupdate dengan mempertimbangkan kualitas datanya.
“Jadi, dari kegiatan ini kita harapkan, data sekolah semua terupdate dengan bagus, urusan penilaian soal data diterima dan tidak itu urusan kementeriankementerian, “katanya.
Sementara itu F. X Vinsensius Giyai yang juga adalah staf di Kasubag program dan Perencanaan di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dogiyai menjelaskan, tugas pihaknya hanya mengontrol dan memantau kwalitas data, untuk itu, hari ini melakukan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis dan Pemutakhiran data selama 2 (dua) hari.
“Biasanya ada sekolah yang menginput data sarprasnya, tetapi dia tidak pertimbangkan kwalitas datanya. Contoh, ada salah satu sekolah, gedung sekolahnya 3 ruang, tetapi yang terinput di Dapodik hanya 2 ruang. Dengan kwalitas data misalnya dari 2 ruang itu sudah rusak berat. Tapi di dapodik karena tidak melihat kwalitasnya dalam penilaian kwalitasnya itu masih baik, padahal kondisi nyata sudah rusak parah.
Kwalitas data yang kami miliki masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu kami sedang lakukan upaya-upaya untuk mengurangi temuan seperti itu, dengan melakukan pendampingan terhadap operator sekolah yang ada, “tutupnya.