NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Masyarakat Wegamo, Ugamo Boba, dan Woge Egeida [IPPMMA WUBWE] di Nabire menggelar Musyawarah Besar [Mubes] yang ke-VII pada hari Sabtu [31/01/], bertempat di Jl. Kelapa Dua Kalibobo, mulai pukul 08:30 WPT hingga selesai. Acara yang dihadiri berbagai ikatan lokal se-Nabire ini bertujuan untuk melahirkan badan pengurus baru periode 2026/2027.
Sebelum memasuki sesi musyawarah, kegiatan diawali dengan ibadah singkat dengan tema “Melahirkan Pemimpin yang Takut Akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan” dan subtema “Jadilah Penanggung Jawab bagi Tuhan dan Organisasi Sangat Tidak Mudah”.
Dua pasangan kandidat yang berasal dari anggota aktif resmi (dengan sertifikat anggota) mengajukan diri untuk mengemban amanah kepengurusan. Kandidat pertama adalah Anastasia Agapa sebagai Ketua dan Hosea Tunggal Gobai sebagai Wakil Ketua, sementara kandidat kedua adalah Zet Pigai sebagai Ketua dan Aples Gobai sebagai Wakil Ketua. Setelah melalui proses musyawarah, akhirnya terpilih Anastasia Agapa sebagai Ketua dan Hosea Tunggal Gobai sebagai Wakil Ketua periode 2026/2027.
Dalam sambutannya, senior IPPMMA WUBWE Gerson Gobai, menjelaskan bahwa organisasi ini bukan hanya wadah bagi mahasiswa dan pelajar, melainkan juga menyatukan unsur penting seperti intelektual, senior, pembina, penasehat, dan pendiri.
“Melalui organisasi ini, kita tidak hanya belajar secara kolektif untuk menjawab kebutuhan bersama, tetapi juga meningkatkan pemahaman dan motivasi secara individu,” ujarnya.
Menurutnya, musyawarah menjadi wadah penting untuk membahas dan mengambil keputusan guna meningkatkan kualitas organisasi mengangkat hal yang baik dan menghapus hal yang kurang tepat, sekaligus sebagai sarana mempelajari tata cara persidangan yang baik dan benar.
Senior juga memberikan harapan kepada pengurus terpilih untuk menyusun struktur kepengurusan dengan bijak, serta melibatkan seluruh elemen dalam menjalankan tugas penting organisasi berdasarkan kepercayaan. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan dan kesinambungan pelaksanaan program tanpa menimbulkan harapan yang tidak sesuai.