NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menyampaikan pernyataan sikap yang berisi 18 tuntutan terkait kondisi terkini di Papua. Pernyataan ini menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari masalah militerisme, perampasan tanah adat, hingga pelanggaran HAM.
Berikut adalah poin-poin tuntutan yang disampaikan:
1. Hentikan pendropan militer skala besar di Yahukimo, Intan Jaya, Nduga, Pegunungan Bintang, Maybrat, Boven Digoel, dan seluruh Tanah Papua.
2. TNI/POLRI hentikan penembakan dan penangkapan terhadap warga sipil tanpa alasan dan bukti yang jelas.
3. Hentikan penggunaan fasilitas publik (rumah sakit, sekolah, gereja, kantor pemerintah, rumah warga) sebagai pos militer di seluruh Tanah Papua.
4. Pemerintah hentikan perampasan tanah adat milik masyarakat adat Papua.
5. Hentikan pembabatan hutan dan penanaman kelapa sawit di seluruh Tanah Papua.
6. Evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdampak merusak hutan seperti di Merauke dan seluruh Tanah Papua.
7. Mendesak pengusutan tuntas kasus pelanggaran HAM berat di Papua.
8. Menolak eksploitasi Blok B Wabu.
9. Tuntaskan kasus Soengama Berdarah di Intan Jaya.
10. Menolak rencana operasi 53 perusahaan baru di Papua Tengah.
11. Menolak keberadaan 2.670 perusahaan yang beroperasi di seluruh Tanah Papua.
12. Menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dan pemekaran wilayah yang dinilai tidak melibatkan masyarakat Papua.
13. Pemerintah Papua Tengah segera hentikan dan cabut izin perusahaan ilegal maupun legal yang beroperasi di Papua Tengah.
14. Pemerintah segera usut tuntas tapal batas di Kapiraya supaya tidak terjadi konflik horizontal.
15. Hentikan teror dan intimidasi terhadap wartawan/jurnalis Papua dan berikan ruang bebas bagi jurnalis di seluruh Tanah Papua.
16. Polres Nabire hentikan penangkapan sewenang-wenang.
17. Berikan keadilan bagi ibu dan 12 anak-anak anggota sipil korban penembakan di Puncak.
18. Berikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat.Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Solidaritas Pelajar Mahasiswa Papua Tengah.[*]