INTAN JAYA, JELATANEWSPAPUA.COM — Kontak senjata kembali terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya dan aparat keamanan Indonesia di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa (2/12/2025) dini hari. Informasi ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui siaran pers resmi yang diterima media.
Sebby Sambom menyebut bahwa serangan berlangsung di perbatasan Distrik Homeo dan Wandae, tepatnya di Kampung Sugupa, sekitar pukul 03.00–05.00 WIT. Ia mengklaim bahwa enam anggota aparat keamanan Indonesia tertembak, sementara lainnya mengalami luka-luka. Klaim tersebut hingga kini belum mendapat konfirmasi dari pihak keamanan Indonesia.
“Penyerangan dilakukan oleh pasukan Kodap VIII di bawah pimpinan Mayor Karel Tipagau bersama Ayon Jagani dan Willem Somau. TPNPB siap bertanggung jawab atas seluruh korban jiwa dari pihak aparat militer Indonesia,” ujar Sebby Sambom.
Menurut Sebby, bunyi tembakan selama dua jam menyebabkan warga di wilayah Sugupa, khususnya di Paroki Mbugulo, mengungsi ke gereja serta masuk ke hutan untuk mencari perlindungan.

Sementara kondisi warga Kampung Hiabu dan Iwandoga hingga saat ini belum diketahui akibat terbatasnya jaringan komunikasi di distrik tersebut.
Melalui siaran pers yang sama, Sebby Sambom menegaskan bahwa TPNPB meminta aparat militer Indonesia menghentikan penempatan pos-pos militer di area permukiman warga sipil.
“Jika pos-pos militer tetap berada di pemukiman warga, maka kontak tembak dapat terus terjadi dan yang paling berisiko menjadi korban adalah masyarakat sipil,” tulis Sebby.
Ia juga meminta lembaga hak asasi manusia internasional membantu penanganan warga yang mengungsi di Intan Jaya. (*)