DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Koperasi dan UKM menyalurkan 17 unit pom bensin mini kepada masyarakat asli Dogiyai sebagai pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Dogiyai, Sabtu (20/09).
Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Fabianus Pekei, M.Si, sebagai bagian dari upaya mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan.
Bantuan tersebut bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun anggaran 2024, yang dialokasikan khusus untuk pengembangan UKM asli Papua di Kabupaten Dogiyai.
Dalam keterangannya, Fabianus menegaskan bahwa pengembangan usaha ekonomi berbasis masyarakat perlu ditopang dengan fasilitas yang nyata agar pelaku usaha kecil dapat bertahan dan berkembang.
“Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Koperasi & UKM siap terus mendorong kegiatan berbasis ekonomi kerakyatan di kalangan masyarakat asli Papua. Kami akan memberikan pembinaan dan dukungan secara terprogram melalui OPD terkait,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi. Menurutnya, BUMN dan BUMD yang beroperasi di Dogiyai juga harus ikut terlibat mendukung upaya pemberdayaan masyarakat lokal.
Fabianus mengingatkan agar penerima bantuan tidak hanya melihat pom bensin mini ini sebagai aset usaha, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.
“Saya berharap agar bantuan yang diberikan ini dapat dikelola dengan baik. Perhatikan manajemennya supaya usaha ini bisa berkembang dan memberikan keuntungan yang layak. Minimal bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” katanya melalui pesan WhatsApp pribadinya pada Sabtu sore.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Markus Tebai, warga asal Distrik Kamuu, mengaku bersyukur atas dukungan pemerintah daerah.
“Selama ini kami hanya ikut menjual bensin eceran seadanya. Dengan adanya pom bensin mini ini, usaha kami jadi lebih tertata. Kami bisa melayani masyarakat dengan baik dan sekaligus menambah pendapatan keluarga,” ungkap Markus dengan wajah penuh haru.
Hal senada juga disampaikan oleh Maria Pekey, ibu rumah tangga penerima bantuan dari Distrik Dogiyai. “Pom bensin mini ini sangat membantu. Sekarang kami punya usaha sendiri di depan rumah, sehingga bisa dekat dengan anak-anak sambil tetap mencari penghasilan,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkab Dogiyai menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung masyarakat, terutama Orang Asli Papua, agar bisa berdiri di atas usaha mereka sendiri. Dengan adanya 17 unit pom bensin mini ini, pemerintah berharap dapat menciptakan dampak berganda: mulai dari peningkatan pendapatan rumah tangga, tersedianya layanan BBM yang lebih mudah diakses masyarakat, hingga penguatan peran UKM sebagai penopang ekonomi daerah.
“Bantuan ini bukan yang terakhir. Kami akan terus melanjutkan program-program pemberdayaan lain ke depan agar masyarakat OAP di Dogiyai bisa benar-benar mandiri,” tutup Fabianus.