NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Upaya penguatan sektor pertanian di Papua Tengah kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Enam kampung di Distrik Kimi resmi menetapkan kelompok tani komoditas padi dengan total luas lahan 53 hektar, sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini dilaksanakan, di Distrik Kimi, Sabtu (22/11/2025).
Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Papua Tengah, Aser Yogi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh ketua kelompok tani, para pengurus, serta masyarakat di enam kampung yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras, komitmen, dan kebersamaan masyarakat Distrik Kimi dalam memajukan sektor pertanian. Penetapan kelompok tani dan 53 hektar lahan ini menjadi bukti nyata bahwa Papua Tengah mampu bersaing dalam produksi padi serta menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Aser Yogi.
Menurut para ketua kelompok tani komoditas padi, total lahan 53 hektar telah ditetapkan dan siap digarap. Mereka juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah lahan tidur yang siap dibuka untuk memperluas area tanam jika diperlukan.
Aser Yogi menambahkan bahwa para petani masih menghadapi beberapa kendala teknis di lapangan, terutama terkait ketersediaan alat pertanian seperti mesin komben, mesin londer, serta kebutuhan obat padi. Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka Papua Tengah akan berupaya mengadvokasi kebutuhan tersebut kepada Kementerian Pertanian.
“Semua kendala yang disampaikan kelompok akan kami teruskan ke kementerian. Tani Merdeka akan tetap mendampingi dan memastikan para petani memperoleh fasilitas pendukung yang memadai,” tegasnya.
Masyarakat menyambut baik langkah ini, karena penetapan kelompok tani dan perluasan lahan dipandang mampu memperkuat koordinasi, membuka akses bantuan lebih cepat, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Distrik Kimi.
Dengan semangat kebersamaan, Tani Merdeka menegaskan komitmennya untuk menjadikan Papua Tengah sebagai salah satu lumbung pangan baru di Tanah Papua.