DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM — Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga meluncurkan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SD YPPK Santo Yohanes Pemandi Goodide, Jumat (28/11). Acara launching berlangsung pukul 10.00–12.30 WIT dan dihadiri berbagai elemen pendidikan serta masyarakat.
Dua dosen dari Universitas Negeri Papua (UNIPA) turut hadir sebagai perwakilan akademisi yang mendukung pelaksanaan program. Selain itu, hadir pula dua guru pendamping mewakili total tujuh guru yang akan mendampingi implementasi SSH di sekolah ini.
Acara juga dihadiri Komite Sekolah, orang tua siswa, masyarakat, para guru, kepala sekolah, serta seluruh peserta didik SD YPPK Goodide. Kehadiran lengkap berbagai pihak dianggap sebagai bentuk dukungan bersama terhadap transformasi pendidikan di Dogiyai.

Program SSH ini disambut baik oleh masyarakat dan tenaga pendidik. Mereka menilai program ini membuka ruang lebih luas bagi pembentukan karakter, peningkatan kompetensi akademik, serta kreativitas peserta didik.
Launching program secara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Dogiyai yang diwakili Benediktus Goo, S.Pd., M.Pd, selaku Kepala Bidang SD, SMP, SMA, dan SMK. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menyukseskan program ini.
Dinas Pendidikan menyampaikan dua pesan penting dalam pelaksanaan SSH. Pertama, kepada masyarakat dan orang tua siswa, pihak dinas menitipkan keberadaan guru pendamping agar dijaga dan didukung selama menjalankan tugas.

Kedua, kepada para guru pendamping, dinas menitipkan anak-anak yang akan dididik, dibina, dan diarahkan untuk menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, kreatif, dan beriman. Dinas menegaskan bahwa empat nilai utama tersebut harus menjadi fondasi utama pendidikan di Dogiyai.
Melalui program ini, pemerintah berharap tercipta pola pembelajaran yang lebih efektif dan menyeluruh. Kedekatan guru dan siswa selama jam sekolah yang diperpanjang dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan hubungan edukatif yang lebih kuat.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dogiyai juga menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Mereka berharap SD YPPK Goodide menjadi sekolah percontohan (pilot project) untuk program SSH di Dogiyai.
Pada tahun mendatang, dinas menargetkan lebih banyak sekolah di wilayah Mapia dan Kamuu dapat melaksanakan program yang sama. Ekspansi ini diyakini akan mendorong percepatan peningkatan mutu pendidikan di seluruh Kabupaten Dogiyai.
Pemerintah dan masyarakat sepakat bahwa program Sekolah Sepanjang Hari adalah langkah strategis mempersiapkan generasi Papua yang unggul dan berdaya saing. Launching di Goodide menjadi awal perjalanan besar pembenahan pendidikan yang lebih serius di Dogiyai.