PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Pemerintah Kabupaten Paniai melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja menyalurkan bantuan sosial (Bansos) dalam Program Indonesia Pintar (PIP) tahap I tahun 2026 kepada para pelajar di Distrik Bogobaida, Senin (16/3/2026). Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui Pemerintah Distrik Bogobaida yang dipimpin oleh Kepala Distrik Fransiskus Muyapa, M.Si.
Program bantuan pendidikan ini diprioritaskan bagi anak-anak sekolah di wilayah Distrik Bogobaida, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Perguruan Tinggi (PT). Namun untuk tahap pertama tahun 2026, penyaluran difokuskan pada siswa tingkat Sekolah Dasar yang berada di wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan sosial Program Indonesia Pintar tahap I dilakukan secara bertahap di sejumlah sekolah. Tahap pertama dilaksanakan di SD YPPK Tilemans Namutadi, kemudian tahap kedua di SD Negeri Inpres Bogobaida, tahap ketiga di SD YPPK Tigimuya, dan tahap keempat di SD YPPGI Nawipauwo.
Kepala Distrik Bogobaida, Fransiskus Muyapa, M.Si., mengatakan bahwa bantuan pendidikan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan generasi muda di daerah tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah distrik sangat memprioritaskan pendidikan karena anak-anak sekolah merupakan harapan bagi kemajuan daerah di masa depan.
“Kami memprioritaskan bantuan sosial ini kepada anak-anak sekolah karena orang yang bersekolah yang bisa membawa perubahan bagi daerah. Orang yang bersekolah juga yang kelak menjadi pemimpin dan mampu berpikir secara objektif untuk membangun daerahnya sendiri,” ujar Fransiskus Muyapa.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua di Distrik Bogobaida, untuk terus mendorong anak-anak mereka agar tetap bersekolah dan menuntut ilmu.
“Mari kita sama-sama mendorong anak-anak kita supaya mereka bisa menjadi anak yang pandai dan berpendidikan. Masa depan daerah ini ada di tangan generasi yang sedang duduk di bangku sekolah saat ini,” tambahnya.
Kunjungan penyaluran bantuan sosial ini juga memiliki makna khusus bagi Fransiskus Muyapa. Pasalnya, salah satu sekolah yang dikunjungi, yakni SD YPPK Tilemans Namutadi, merupakan sekolah tempat ia menempuh pendidikan dasar dan lulus pada tahun 2000. Pada masa itu, sekolah tersebut dipimpin oleh Kepala Sekolah Marius Nawipa.
Saat mengunjungi sekolah tersebut, Kepala Distrik tidak hanya menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar, tetapi juga menyempatkan diri masuk ke ruang kelas untuk berinteraksi langsung dengan para siswa.
Dalam kesempatan itu, ia bahkan mengajar para siswa dengan memberikan pelajaran dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Hal tersebut, dilakukan karena latar belakang pendidikan Fransiskus Muyapa sendiri adalah seorang guru sebelum menjabat sebagai kepala distrik.
“Saya sangat senang bisa kembali ke sekolah ini, karena di sinilah saya dulu belajar. Selain membagikan bantuan PIP, saya juga ingin berbagi ilmu dengan anak-anak. Mengajar mereka membaca, menulis, dan menghitung adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari para siswa dan para guru di sekolah. Kehadiran kepala distrik yang turun langsung ke kelas dinilai memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta didik untuk lebih giat belajar.
Dalam kunjungan itu juga terlihat salah satu guru kontrak yang bertugas di sekolah tersebut, yakni Frans Pigai. Ia dikenal sebagai guru yang tekun menjalankan tugasnya dalam mendidik para siswa.

Frans Pigai terus berupaya memberikan pendidikan yang terbaik bagi para peserta didik meskipun bertugas di wilayah yang cukup terpencil. Dedikasinya sebagai tenaga pendidik menjadi contoh nyata komitmen dalam membangun sumber daya manusia di Distrik Bogobaida.
Pemerintah Distrik Bogobaida berharap melalui program bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar ini, anak-anak di wilayah tersebut dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala masalah biaya, sehingga mampu menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan siap membangun Kabupaten Paniai di masa depan. (*)