DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Serangkaian insiden kekerasan yang terjadi sejak Selasa, 31 Maret hingga Rabu, 1 April 2026 di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil. Peristiwa ini dipicu oleh ditemukannya jenazah seorang anggota polisi, yang kemudian memicu aksi pengejaran dan tembakan di area pemukiman.
Berdasarkan data yang dihimpun, insiden bermula pada Selasa pagi sekitar pukul 10:00 Waktu Papua (WP), ketika mayat Bripda Jufentus Edowai ditemukan di selokan depan Gereja Kingmi Ebenezer, Moanemani. Jasad anggota polisi yang bertugas di wilayah tersebut diduga dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK).
Kematian anggota kepolisian ini kemudian memicu kemarahan dan dilanjutkan dengan apa yang disebut dalam laporan sebagai “Operasi Balas Dendam” yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri. Aparat melakukan pengejaran, penyisiran, dan penembakan yang menyasar jalur umum hingga pemukiman warga di Kampung Ikebo, Ekemanida, dan Kimupugi, Distrik Kamuu.
Akibat aksi tersebut, sedikitnya enam warga sipil dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka kritis. Korban jiwa didominasi oleh warga sipil tak bersenjata, termasuk di antaranya lansia dan anak-anak.
Berikut adalah daftar korban jiwa warga sipil berdasarkan data yang tercatat:
1. Siprianus Tibakoto (19 tahun): Tewas tertembak di dagu hingga menembus hidung di Kampung Ikebo, Selasa sekitar pukul 11:20 WP.
2. Yulita Pigai (70-an tahun): Lansia yang tewas tertembak di bagian paha di lokasi yang sama, Selasa sekitar pukul 11:40 WP.
3. Martinus Yobee (11/12 tahun): Seorang pelajar SD yang tewas tertembak di perut hingga usus keluar di Kampung Ekemanida, Selasa sore.
4. Ferdinand Auwe (19 tahun): Tewas tertembak di paha di Kampung Ikebo, Rabu dini hari.
5. Angkian Edowai (19/20 tahun): Tewas tertembak di dada hingga mengenai jantung di Kampung Kimupugi, Rabu pagi.
6. Maikel Waine (11 tahun): Awalnya tercatat kritis tertembak di dada hingga bahu, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, korban luka parah antara lain Pigai Kikibi (tertembak di kaki dan paha) serta Magapai Yobee (tertembak di pipi). Dari pihak aparat, selain Bripda Jufentus Edowai, terdapat juga Bripda Abius Yawan yang mengalami luka tembak panah di punggung dan masih dalam perawatan.
Laporan ini menyebutkan bahwa selama insiden berlangsung, wilayah Dogiyai berubah menjadi zona pertempuran. Selain korban jiwa, terdapat juga kerugian materiil berupa kendaraan bermotor dan bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kronologi dan jumlah korban dari pihak berwenang terkait peristiwa ini.
Sumber: Data Investigasi Solidaritas Rakyat Papua (SRP), 3 April 2026.