PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Himpunan Pelajar dan Siswa Kabupaten Paniai (HP-SP) resmi membentuk panitia Musyawarah dan Seminar melalui kegiatan Diskusi Panel dan Lapak Baca yang digelar di Lapangan Karel Gobai, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Jumat (22/05).
Kegiatan kali ini dihadiri para pelajar, siswa, senior, pembina organisasi, serta sejumlah intelektual muda Paniai sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ruang belajar, budaya literasi, dan pengembangan wawasan generasi muda di daerah tersebut.
Pantauan media ini, posisi Ketua dipercayakan kepada Natalis Mote dan Natalis Tatogo. Sementara jabatan Sekretaris diemban Frans Degel dan Obet Degei, sedangkan posisi Bendahara dipercayakan kepada Nopertina Mote dan Ria Yeimo.
Pelantikan panitia dilakukan sebagai langkah awal dalam mempersiapkan agenda Musyawarah, Seminar, Diskusi Panel, dan Lapak Baca yang direncanakan menjadi ruang pendidikan, diskusi, serta penguatan intelektual bagi pelajar dan siswa di Kabupaten Paniai.
Intelektual muda Paniai, Tokeipo Pigome, ST, dalam kesempatan itu mengapresiasi para senior yang selama ini tetap hadir mendampingi adik-adik pelajar dalam berbagai kegiatan organisasi dan pendidikan.
Menurutnya, kehadiran para senior menjadi motivasi penting bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat belajar dan membangun organisasi pelajar sebagai ruang pengembangan diri.
“Senior-senior tetap hadir bersama ade-ade untuk membangun semangat belajar dan organisasi. Ade-ade juga harus tetap semangat menjaga HP-SP sebagai ruang belajar bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Penasehat HP-SP, Yogibo Yogi, menegaskan bahwa organisasi pelajar harus mampu menjaga kekompakan dan membangun budaya berpikir kritis di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.
Ia berharap HP-SP dapat menjadi wadah yang mendorong generasi muda Paniai lebih aktif dalam kegiatan intelektual, diskusi, dan pengembangan kapasitas diri.
Senior sekaligus pembawa materi dalam diskusi panel, Despian Yeimo, turut mengajak seluruh pelajar agar terus aktif dalam kegiatan intelektual dan berani membangun ruang diskusi yang sehat serta produktif.
Menurutnya, generasi muda Paniai perlu membiasakan diri berdialog, membaca, dan bertukar gagasan agar mampu menghadapi tantangan pendidikan maupun perkembangan sosial di masa mendatang.
Di sisi lain, Pembina HP-SP, Daud Mote, menjelaskan bahwa organisasi pelajar bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga wadah pembelajaran untuk membangun tanggung jawab, wawasan, dan masa depan generasi muda Paniai.
“Organisasi ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat belajar membangun tanggung jawab, wawasan, dan masa depan generasi Paniai,” jelasnya.
Pengurus HP-SP, Petrus Dogopia, juga berharap seluruh panitia yang telah dipilih dan dilantik dapat menjalankan tugas secara konsisten serta menjaga komitmen dalam menyukseskan seluruh agenda organisasi ke depan.
Menurutnya, seminar, diskusi panel, dan lapak baca merupakan bagian penting dalam membangun budaya literasi serta memperkuat ruang intelektual bagi pelajar dan siswa di Kabupaten Paniai.
Kegiatan tersebut ditutup dengan diskusi bersama dan ajakan kepada seluruh generasi muda Paniai agar terus menjaga semangat belajar, solidaritas, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan organisasi pelajar. (*)