PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Himpunan Pelajar Siswa Siswi Tingkat SMK/SMA (HP-SP) Paniai menggelar kegiatan diskusi panel bertema “Bagaimana Mengatasi Kenakalan Remaja Masa Kini Menurut Ajaran Kebenaran Firman Tuhan” yang berlangsung di Lapangan Karel Gobai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Jumat (22/05).
Kegiatan tersebut dihadiri siswa-siswi tingkat SMK dan SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Paniai. Dalam diskusi panel itu, Despia Yeimo hadir sebagai narasumber utama yang membawakan materi mengenai pentingnya menjaga perilaku, moral, serta masa depan generasi muda berdasarkan nilai-nilai Firman Tuhan dan pendidikan.
Dalam penyampaiannya, Despia Yeimo menegaskan bahwa dirinya hadir sebagai pembicara bukan karena merasa paling hebat atau paling pintar, melainkan sebagai bagian dari proses belajar bersama di dalam organisasi pelajar.
“Saya menjadi narasumber atau pembicara bukan karena saya hebat atau pintar, tetapi karena kita semua sedang belajar bersama, saling membantu, saling bertukar pikiran, dan belajar berorganisasi,” ujar Despia Yeimo di hadapan peserta diskusi.
Menurutnya, organisasi pelajar memiliki peran penting dalam membentuk karakter, membangun rasa percaya diri, serta melatih generasi muda agar mampu berpikir dan berkembang secara positif di tengah tantangan kehidupan remaja masa kini.
Ia juga mengapresiasi semangat para pengurus, pendiri, senior, dan seluruh anggota HP-SP Paniai yang selama ini tetap konsisten menjaga ruang belajar bagi pelajar di Kabupaten Paniai.
“Saya bangga kepada pengurus, pendiri, senior, dan seluruh anggota yang tetap semangat untuk maju demi menjaga kualitas pendidikan dan masa depan pelajar yang berjiwa organisasi,” kata Yeimo.
Despia menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga dapat dipelajari melalui pengalaman berorganisasi, diskusi, dan kebersamaan antar pelajar.
Menurutnya, organisasi sederhana sekalipun dapat menjadi tempat penting untuk bertumbuh, belajar menyesuaikan diri, serta membangun masa depan yang lebih baik.
“Gunakan waktu yang ada untuk belajar dan berorganisasi. Dalam wadah organisasi sederhana ini, kita bisa bertumbuh, saling menyesuaikan, dan membangun masa depan karena organisasi memiliki dasar yang kuat untuk membentuk karakter pelajar,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, pantauan media para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi panel. Sejumlah siswa juga aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait kenakalan remaja, tantangan pergaulan, serta pentingnya menjaga moral dan tanggung jawab sebagai pelajar. (*)