PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Paniai, Papua Tengah. Komitmen Ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS yang dilaksanakan dalam momentum pertemuan ibadah dan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua ke-87, yang dipusatkan di Koordinator Paniai Awepaida.
Kegiatan berlangsung di Gedung Emanuel Kebo1, Distrik Kebo, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, pada Senin (12/1/2026) malam petang, dan dihadiri lebih dari 300-an dibawah naungan 4 Klasis Gereja KINGMI dari Koordinator Paniai Awepaida.
Ibadah dan Edukasi Kesehatan Berjalan Seiring
Sosialisasi pencegahan HIV/AIDS ini menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan HUT KINGMI ke-87, sebagai wujud kepedulian gereja terhadap kesehatan jasmani umat, selain pembinaan rohani. Kegiatan dipandu oleh moderator Jubal Nawipa, S.IP, yang mengarahkan jalannya acara secara tertib dan komunikatif.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua KPA Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, S.IP, yang hadir bersama Sekretaris KPA Paniai Agustinus Muyapa, S.H, serta Bendahara KPA Paniai Nikolaus Yogi, S.E. Kehadiran jajaran pengurus KPA Paniai tersebut menegaskan keseriusan lembaga dalam menjalankan tugas kemanusiaan di tengah masyarakat dan gereja.
Kehadiran Pimpinan Gereja dan Jemaat dari Berbagai Klasis
Peserta kegiatan terdiri dari Ketua Koordinator Paniai Awepaida, Pendiri Koordinator Paniai Awepaida, para Ketua Klasis Agadide, Klasis Aga Barat, Klasis Paniai Utara, dan Klasis Kebo, serta para hamba Tuhan, panitia HUT KINGMI, peserta lomba paduan suara, dan jemaat umum. Total peserta yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 300-an orang.
Ketua KPA: Undangan Gereja adalah Panggilan Kemanusiaan
Dalam sambutannya, Ketua KPA Paniai, Sepanya Yogi, S.IP, menyampaikan bahwa kehadiran KPA Paniai dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan, setelah mendapat undangan resmi dari panitia HUT KINGMI Koordinator Paniai Awepaida.
“Kehadiran kami di tempat ini adalah panggilan kemanusiaan. Demi menyelamatkan manusia, kami siap memberikan edukasi, sosialisasi, serta pendampingan terkait pencegahan HIV/AIDS kepada gereja dan seluruh masyarakat Paniai,” ujar Sepanya Yogi.

Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh jemaat atas kesempatan yang diberikan kepada KPA Paniai untuk menyampaikan edukasi kesehatan.
KPA Dukung Penuh Program Bupati Paniai
Dalam kesempatan tersebut, Sepanya Yogi juga secara tegas menyatakan bahwa seluruh program KPA Paniai sejalan dan mendukung penuh kebijakan serta program pembangunan Pemerintah Kabupaten Paniai di bawah kepemimpinan Bupati Paniai, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.
“KPA Paniai mendukung penuh program Bupati Paniai dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pencegahan HIV/AIDS merupakan bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat Paniai yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, KPA, gereja, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di Kabupaten Paniai.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah daerah, gereja, tokoh adat, dan masyarakat harus berjalan bersama. Jika kita bersatu, maka generasi Paniai bisa kita selamatkan,” tambahnya.
Misi KPA: Selamatkan Generasi Paniai
Lebih lanjut, Sepanya Yogi menjelaskan bahwa tujuan utama KPA Paniai adalah memberikan pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga pengobatan.
“Kami hadir untuk memberikan pencerahan bahwa HIV/AIDS bisa dicegah dan dikendalikan. Pemeriksaan HIV dan pengobatan ARV sudah tersedia dan dapat diakses secara gratis. Jangan takut dan jangan malu,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan misi besar KPA Paniai.
“Misi KPA Paniai adalah menyelamatkan generasi Paniai yang tersisa agar tetap sehat dan mampu melanjutkan kehidupan di tanah ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan kesamaan misi antara gereja dan KPA.
“Gereja menyelamatkan manusia secara rohani, sementara KPA Paniai menyelamatkan manusia dari ancaman penyakit HIV/AIDS. Dua misi ini saling melengkapi,” ujarnya.
Materi Pencegahan oleh Tenaga Kesehatan
Materi utama disampaikan oleh Yosua Yogi, S.Kep., Ners, selaku tenaga kesehatan Kabupaten Paniai. Ia memaparkan secara rinci mengenai pengertian HIV dan AIDS, perbedaan keduanya, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dini.
“HIV/AIDS bukan kutukan dan bukan aib. Ini adalah penyakit yang bisa dikendalikan. Dengan pengobatan ARV secara rutin, ODHA dapat hidup sehat dan produktif,” jelas Yosua Yogi.
Ia juga mengajak gereja dan masyarakat untuk menghentikan stigma serta diskriminasi terhadap ODHA.
Lebih lanjut, Ia menambahkan pesan ayat alkitab yang berbunyi Keluaran 20: 14 “Jangan Berzinah”.
“Tidak berhubungan intim secara sembarang anda selamat, karena HIV yang paling menonjol itu berhubungan seks bebas, jika ini berhenti kita selamat dari bahaya AIDS,” pesanya.
Antusias Peserta dan Harapan Keberlanjutan
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan, masukan, sekaligus apresiasi atas kegiatan tersebut. Mereka berharap sosialisasi seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan hingga menjangkau seluruh distrik di Kabupaten Paniai.
Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih dari panitia HUT KINGMI Koordinator Paniai Awepaida kepada KPA Paniai atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung kesehatan dan masa depan generasi Paniai, serta doa bersama. (*)