DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah [Bappeda] dan Penelitian Pengembangan Kabupaten Dogiyai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah [Musrenbangda] Tahun 2026 pada Kamis [12/03] di Aula Koteka Moge Moanemani.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah [RKPD] Tahun Anggaran 2027, dengan tujuan mengakomodir usulan program kerja dari tingkat kampung hingga distrik.
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo, S.S, menjelaskan bahwa Musrenbangda merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
“Semua usulan akan dipelajari dan dijawab sesuai prioritas pembangunan serta kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD],” ujarnya.
RKPD 2027 akan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah [RPJMD] 2025-2029, dengan visi, Mewujudkan Masyarakat Dogiyai yang Cerdas, Amanah, Damai dan Maju Bersama. Lima misi utama yang akan diwujudkan meliputi peningkatan sumber daya manusia, kehidupan masyarakat yang harmonis, tata kelola pemerintahan yang baik, ekonomi kerakyatan, serta pembangunan infrastruktur yang merata.
Tema pembangunan tahun ini adalah, Percepatan Pembangunan Layanan Dasar Ekonomi yang didukung dengan stabilitas kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis dan aman, dengan fokus pada peningkatan akses dan kualitas layanan dasar, pemerataan manfaat pembangunan, penguatan stabilitas masyarakat, pemeliharaan kerukunan sosial, serta penjaminan keamanan dan ketertiban umum.
Yakobus juga mengajak peserta untuk memberikan sumbangan pikiran yang membangun. Ia juga meminta para pemimpin Organisasi Perangkat Daerah [OPD] untuk menindaklanjuti hasil musrenbang dan mengacu pada RPJMD dalam menyusun rencana kerja masing-masing.
“Semoga Musrenbangda ini menghasilkan gagasan yang berbobot sehingga penyusunan RKPD dapat berjalan dengan baik,” harapnya.
Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat penting, antara lain Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [DPRD], unsur TNI/Polri, pejabat daerah, kepala distrik, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi mitra pemerintah.[*]