DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Tim Penegak Daa dan Diyodou di Kampung Mauwadide resmi merayakan hari ulang tahun yang ke-12. Eksistensi komunitas ini terhitung sejak didirikan pada 10 Januari 2014 hingga 10 Januari 2026.
Baca Juga: Ketua Panitia MUSPASME VIII Tegaskan Kesiapan Sukseskan Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII di Komopa
Pendiri Komunitas Daa dan Diyodou, Markus Auwe, menyampaikan hal tersebut melalui sambungan telepon seluler pada Sabtu (10/01). Dalam keterangannya, Markus merefleksikan perjalanan panjang komunitas yang penuh dengan dinamika.
Baca Juga: TPNPB Bertanggung Jawab atas Penembakan Satu Aparat TNI di Nduga
Ia mengungkapkan bahwa selama 12 tahun memperjuangkan prinsip Daa dan Diyodou, pihaknya telah melewati berbagai cobaan dan tantangan besar.
“Dalam menegakkan dan mempertahankan Daa dan Diyodou, kami mengalami banyak hal, baik yang menyenangkan maupun yang sulit. Segala tantangan, masalah, kekurangan, hingga kegagalan kami jadikan motivasi, kekuatan, serta kompas dalam menjalani hidup,” ujar Markus dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Alumni IMPT Manokwari Papua Tengah Lakukan Kesiapan Reuni Akbar di Nabire
Lebih lanjut, Markus berharap agar gerakan yang telah dibangun ini terus konsisten dan tetap hidup di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip tersebut sebagai fondasi spiritual dan bekal di masa depan.
“Pesan saya sebagai perintis adalah agar gerakan Daa dan Diyodou tetap hidup dan bernapas. Semoga ini terus menjadi dasar hidup bagi setiap anggota menuju mobu dan ayii (kebahagiaan dan kesucian),” pungkasnya.