NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM — Pemuda Katolik Papua Tengah menyampaikan kritik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang dinilai belum menunjukkan kemajuan berarti dalam tiga tahun terakhir.
Dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (25/7), Pemuda Katolik ini menyampaikan empat poin evaluasi sebagai masukan menjelang tahun keempat masa pemerintahan.
Pertama, menyangkut pelayanan publik yang dinilai belum merata di delapan kabupaten. Pemuda Katolik menilai pemerintah belum sepenuhnya hadir menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Kedua, menyoroti belum terbentuknya komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan warga. Masyarakat dinilai belum dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan.
Ketiga, menyoroti minimnya fasilitas kesehatan, khususnya belum adanya rumah sakit tipe B di wilayah provinsi. Kondisi ini berdampak serius terhadap angka kematian ibu dan anak.
Keempat, sektor pendidikan, dengan sorotan pada banyaknya sekolah di daerah terpencil yang tidak aktif, berbanding terbalik dengan sekolah-sekolah baru dari luar daerah yang mendapat anggaran besar.
Pemuda Katolik mengajak pemerintah membuka ruang dialog dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi bersama demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Pernyataan ini ditandatangani oleh Ketua Pemuda Katolik Papua Tengah, Tino Mote, dan Sekretaris, Natan Tebai.