TIMIKA, JELATANEWSPAPUA.COM – Wakil Ketua Komisi I DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong, mendesak pemerintah daerah dan aparat keamanan di Papua Tengah agar segera melakukan koordinasi dan turun langsung ke Timika untuk menghentikan konflik perang saudara yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Desakan tersebut ditujukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Kapolda Papua Tengah, Danrem, serta Majelis Rakyat Papua (MRP), serta kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Sekda, Kapolres, Dandim, dan DPRK Mimika. Selain itu, desakan juga disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak, Sekda, Kapolres, Dandim, dan DPRK Kabupaten Puncak.
Yohanes Kemong meminta agar seluruh pihak terkait mulai Senin, 5 Januari 2026, melakukan koordinasi dan komunikasi lintas sektor, serta hadir langsung di Timika untuk menghentikan dan mendamaikan konflik yang telah mengancam keselamatan warga sipil.
Menurutnya, konflik tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap keamanan, aktivitas sosial, serta stabilitas masyarakat di wilayah Mimika dan sekitarnya.
“Negara wajib hadir untuk melindungi masyarakat sipil dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Pendekatan damai dan dialog harus segera dikedepankan,” tegas Yohanes Kemong, Senin (05/26).
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menciptakan situasi kondusif, serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur kemanusiaan dan kearifan lokal.
Yohanes berharap langkah cepat dan serius dari seluruh unsur pemerintahan dan keamanan dapat segera menghentikan kekerasan serta memulihkan perdamaian di Distrik Kwamki Narama.