NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Kelompok Salera Gunung yang berada di bawah naungan Lembaga Tani Merdeka kembali membuktikan eksistensinya di sektor pertanian dengan melaksanakan panen raya jagung seluas 100 x 100 hektar. Kegiatan ini berlangsung di Distrik Sanggar, Kampung Bumi Raya, RT 15/RW 003, Jalan Salera, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis (15/1/2026).
Panen raya jagung tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan lembaga BP3 OKP serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Papua Tengah. Kehadiran kedua lembaga ini menjadi bentuk dukungan sekaligus pengakuan terhadap kerja keras kelompok tani yang selama ini secara konsisten mengelola lahan pertanian di wilayah tersebut.
Panen jagung ini merupakan hasil dari proses panjang kerja kolektif kelompok tani yang dibangun melalui pembinaan, pendampingan, serta semangat gotong royong antaranggota. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian rakyat di Papua Tengah memiliki potensi besar apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Komoditas jagung yang dipanen dinilai memiliki prospek cerah untuk dikembangkan lebih luas, baik sebagai penopang ketahanan pangan lokal maupun sebagai sumber peningkatan ekonomi petani. Dengan kondisi lahan yang mendukung dan sumber daya manusia yang terus dibina, jagung menjadi salah satu komoditas strategis di wilayah Nabire dan sekitarnya.
Perwakilan BP3 OKP dan BPP Papua Tengah dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Lembaga Tani Merdeka atas konsistensinya dalam mendorong kemandirian petani lokal. Menurut mereka, kegiatan pertanian yang dilakukan Tani Merdeka telah memberi contoh nyata bahwa petani Papua Tengah mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
Ketua BP3 OKP, Alowisyus, dalam sambutannya menegaskan bahwa panen raya jagung ini merupakan hasil nyata dari kerja keras petani yang tidak mudah menyerah dengan keterbatasan.
“Kami menyaksikan langsung bagaimana proses dan hasil yang dicapai oleh kelompok tani ini. Ini menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, kerja sama yang solid, dan semangat gotong royong, petani lokal mampu menghasilkan komoditas unggulan,” ujar Alowisyus.
Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya di Papua Tengah, sekaligus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar terus mendukung pengembangan pertanian berbasis rakyat.
Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Papua Tengah, Aser Yogi, menegaskan bahwa panen jagung ini sepenuhnya merupakan hasil kerja swadaya petani. Ia mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan perhatian anggaran secara maksimal dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat petani untuk terus bekerja.
“Kami bekerja secara mandiri dan swadaya sebagai petani Papua Tengah. Walaupun sampai hari ini belum mendapat perhatian dana dari pemerintah provinsi, kami tetap eksis dan konsisten bekerja di sektor pertanian. Hari ini kami membuktikan bahwa petani Papua Tengah mampu menghasilkan dan memanen jagung,” tegas Yogi.
Menurutnya, pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang martabat dan kemandirian orang Papua. Oleh karena itu, Tani Merdeka akan terus mendorong petani agar tetap bertahan, produktif, dan percaya pada kemampuan sendiri.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan perhatian dan dukungan yang lebih serius kepada kelompok-kelompok tani yang telah bekerja nyata di lapangan. Dukungan tersebut dinilai penting agar hasil pertanian dapat terus ditingkatkan dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Panen raya jagung ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah secara umum. Dengan sinergi antara petani, lembaga pendamping, dan pemerintah, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan ekonomi rakyat di Tanah Papua. (*)