PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Orang Muda Katolik selanjutnya disebut (OMK) Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, menggelar kegiatan diskusi bertajuk “Bincang Masalah dan Harapan” berlangsung di Kepikepan Katolik, Iyaitaka, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Senin (15/12/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi OMK untuk membaca tantangan zaman sekaligus merumuskan harapan dan arah gerak ke depan.
Diskusi tersebut mengangkat tiga topik utama, yakni Formasi Iman, Membangun Kekuatan Ekonomi, dan Advokasi Sosial, yang dinilai relevan dengan realitas kehidupan orang muda Katolik se-Dekenat Paniai.
Kegiatan dipandu oleh Pastor Bastian Leu, Pr, selaku Pembina Komisi Kepemudaan (KomKep), yang menegaskan pentingnya peran OMK sebagai agen perubahan di tengah Gereja dan masyarakat.
Formasi Iman Jadi Fondasi Utama
Dalam sesi pertama, Pastor Bastian menekankan bahwa penguatan iman harus menjadi fondasi utama bagi OMK. Ia mengajak OMK untuk memperdalam iman melalui pendidikan katekumen serta kegiatan spiritual yang kontekstual dengan realitas sosial budaya di Paniai.
“OMK harus menjadi pilar kekuatan spiritual di tengah masyarakat. Iman yang matang akan menuntun orang muda untuk bersikap bijak, berani, dan bertanggung jawab,” ujar Pastor Bastian.
Dorong Kemandirian Ekonomi Orang Muda
Topik kedua membahas pembangunan kekuatan ekonomi. Diskusi menyoroti berbagai potensi ekonomi lokal yang dinilai belum dikelola secara optimal. Pastor Bestian mengatakan, OMK didorong untuk mengembangkan usaha mikro, kewirausahaan berbasis komunitas, serta mengikuti pelatihan keterampilan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan orang muda dan keluarganya.
Para peserta sepakat bahwa kemandirian ekonomi menjadi salah satu kunci agar OMK mampu bertahan dan berkontribusi secara nyata di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Advokasi Sosial dan Keberpihakan pada Kaum Lemah
Sementara itu, dalam topik advokasi sosial, OMK menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya di bidang hak asasi manusia (HAM), pendidikan, dan kesehatan.
Lanjut, Pastor mengatakan OMK harapkan kedepannya anda mampu menjadi suara bagi mereka yang tidak terdengar, sekaligus menjadi jembatan antara masyarakat, Gereja, dan pemangku kebijakan.
Aspirasi Perwakilan OMK Paroki Dihimpun:
OMK Paroki Obano, Masrselus Keiya, menegaskan bahwa calon pemimpin OMK harus memiliki totalitas pengabdian dan motivasi yang tinggi, bukan sekadar mengejar jabatan atau titel organisasi.
Ditempat yang sama, OMK Paroki Epouto, Stefanus Tekege mengusulkan agar profil dan struktur OMK disosialisasikan kepada umat se-Dekenat Paniai, sehingga peran dan latar belakang OMK dapat dikenal secara luas.
Tak hanya itu, OMK Paroki Dauwagu, Jimi Kogopa, juga menekankan pentingnya pembekalan pengetahuan yang menyeluruh tentang Gereja, agar OMK mampu menjadi pribadi yang dibutuhkan di tingkat paroki, dekenat, hingga keuskupan.
Menutup kegiatan, Pastor Dekan Maipai Wiyai menyampaikan apresiasi atas terbentuknya OMK Dekenat Paniai. Ia mengingatkan orang muda Katolik untuk tetap waspada, menjaga diri, dan memiliki keberanian menghadapi berbagai tantangan di tengah situasi bangsa dan daerah.
“Pemuda Katolik harus menjaga diri dari berbagai ancaman di negara ini. Tetap kuat, tetap berani, dan tetap berpegang pada iman,” pesan Pastor Dekan, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika. (*)