Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

    Pemda Kabupaten Paniai Resmi Launching Festival Danau Paniai

    Segera Hentikan Operasi Tambang Emas Ilegal di Kampung Mogodagi

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    Bupati Paniai launching Kopdes Merah Putih, dorong ekonomi rakyat berbasis Desa

    Polisi Ditikam OTK di Dogiyai, Tiga Warga Sipil Dikabarkan Menjadi Korban Penembakan

    Dogiyai Gelar Musrenbang Otsus, Rancang Pembangunan 2027 Berpihak pada OAP

    IPPMMA-WUBWE Nabire rayakan HUT ke-31, Pengurus tegaskan persatuan dalam kasih Kristus

    Panen Raya Jagung Kelompok Paniai Tani Merdeka Papua Tengah, bukti kemandirian petani lokal

    IPPM-NTD se-Jayapura gelar pelatihan dan simulasi mekanisme persidangan

    Bupati Dogiyai Keluarkan Intruksi, Larangan Miras Hukuman 10 Tahun Penjara

    Pemaksaan penurunan bendera KNPB di Sentani picu ketegangan

    DPT, Uang Permisi, Hak Ulayat Hambat Pembangunan Dogiyai

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

    Manusia Mee Bukan Binatang

    Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

    Selesaikan Konflik Kapiraya dengan Kembalikan Hak Kesuluhan kepada Suku Mee dan Kamoro

    Konflik Di Kapiraya: Suku Kamoro Dan Suku Mee Diadudomba

    Banjir  di Aceh dan Sumatera adalah Bencana Kemanusiaan

    Menantikan Kristus di Tanah Papua

    Anak Muda Papua Dapat Bantai Dalam Trend Zaman: Menurut Hannah Arendt “Banalitas Kejahatan”

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    Polisi Ditikam OTK di Dogiyai, Tiga Warga Sipil Dikabarkan Menjadi Korban Penembakan

    Koalisi HAM Papua desak Presiden perintahkan Aparat hentikan dugaan penangkapan sewenang-wenang di Tambrauw

    Bupati Dogiyai Keluarkan Intruksi, Larangan Miras Hukuman 10 Tahun Penjara

    Koalisi HAM Papua desak Presiden perintahkan Aparat tangkap pelaku teror terhadap Andrie Yunus

    Forkopimda dan Masyarakat Dogiyai Sepakati Atasi Miras dan Penyakit Sosial, Instruksi Resmi Keluar Besok

    Biro HAM Klasis Debei Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi di Kapiraya, Polisi Dinilai Lalai

    DPR Papua Tengah Minta Semua Pihak Dukung Upaya Penyelesaian Konflik Horizontal di Kapiraya

    KNPB Yahukimo Nyatakan Sikap atas Situasi “Darurat Penangkapan Liar” di Dekai

    Polemik Pernyataan Uskup Agung Merauke, Suara Kaum Awam Katolik Papua Desak Dialog Terbuka

  • Kesehatan

    KPA Kabupaten Paniai bahas progres program penanggulangan HIV/AIDS tahun 2026

    Mahasiswi Uncen diduga diabaikan di RS Yowari, meninggal di area parkiran

    RSUD Paniai buka rekrutmen Fisikawan Medis, Bank Papua juga buka penerimaan pegawai

    KPA Paniai gelar pemeriksaan HIV dan distribusi pengamanan bagi 27 Personal Kopasgas TNI di Enarotali

    HIV/AIDS di Papua Tengah Masih Serius dan Endemi, Kesenjangan Pengobatan Jadi Tantangan Utama

    Kepala Puskesmas Aradide berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Paniai, siap layani peserta MUSPASME ke VIII  Komopa

    Kabupaten Dogiyai Raih Penghargaan UHC Kategori Utama untuk Ketiga Kalinya

    33 Tenaga Medis dari Kemenkes Tiba di Dogiyai, Siap Layani Masyarakat di 15 Puskesmas

    Kawal Fesmed 2026, Dinkes Papua Tengah Siagakan Tim Medis dan Ambulans

  • Lingkungan

    Asrama Mahasiswa/i Kabupaten Paniai kota studi Nabire gelar pelantikan Badan Formatur 

    Komunitas Porter Paniai gelar evaluasi efektivitas layanan transportasi publik

    Panen Raya Jagung Kelompok Paniai Tani Merdeka Papua Tengah, bukti kemandirian petani lokal

    Penyuluh Papua Tengah bagikan bibit bawang merah unggul ke Kabupaten Deiyai

    Forkopimda dan Masyarakat Dogiyai Sepakati Atasi Miras dan Penyakit Sosial, Instruksi Resmi Keluar Besok

    Bupati Dogiyai Ajak Masyarakat Tangani Penyakit Sosial

    Deiyai dan Dogiyai Desak Mimika Berkolaborasi Tangani Konflik Horizontal di Kapiraya

    Pemda Paniai gelar kerja bakti bersihkan wajah kota Enarotali

    DLH Paniai aktifkan Bak sampah di Enarotali dan Madi, dukung program “Paniai bebas sampah 2026”

  • Pendidikan

    Pamkab Dogiyai Buka Pendaftaran Beasiswa Afirmasi dan Program Baru Beasiswa Aimin

    SMK Karel Gobai Bagikan Seragam Sekolah, Tanamkan Semangat Disiplin dan Motivasi Belajar

    Kisah Inspiratif: Ev. Dr. Yefri Edowai Raih S3 Lewat Perjuangan Mandiri

    Sekolah Dasar di Paniai Gelar MBG untuk Siswa

    BEM STAK Nabire Gelar Seminar Nasional dan Pelatihan Jurnalistik, Wakil Ketua III Resmi Membuka Kegiatan

    SD YPPK Santo Yohanes Terima Fasilitas Pembelajaran, Target Hentikan Nyontek dan Tingkatkan Kreativitas

    Komunitas Literasi Dogiyai Dorong Literasi Siswa SD, Sebut Orang Papua Bukan Bodoh

    MUSPASMEE VIII : STK Touye Paapaa tegaskan Pendidikan penentu masa depan generasi muda Papua

    IPPMMA WUBWE Nabire Gelar Musyawarah Besar Ke-VII, Anastasia Agapa Jadi Ketua Baru

  • Religi

    Pos PI Kanaan Ugabado di Enarotali Gereja Kingmi gelar pelepasan 7 anak kepada Tuhan 

    Panitia MUSPASMEE VIII Sampaikan Terima Kasih, 10.573 Peserta Hadiri Pesta Iman di Komopa

    Gereja GKI Tanah Papua Diminta Hadir Bersama Umat yang Ditindas dan Tanahnya Dirampas

    Uskup Timika Resmi Buka MUSPASME VIII Paroki Kristus Jaya Komopa

    Kordinator Paniai Awepaida Rayakan HUT Masuk Injil KINGMI ke-87, Panitia Sampaikan Apresiasi

    Tim Penegak Daa dan Diyodou Rayakan Ulang Tahun ke-12

    Ketua Panitia MUSPASME VIII Tegaskan Kesiapan Sukseskan Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII di Komopa

    Natal Penuh Damai di Pos PI Maranatha: Jemaat Rayakan Kelahiran Yesus Raja Damai

    Kadinsos Paniai, Bantu Semen dan Cat untuk Dukung MUSPAS Mee ke-VIII, di Paroki Kristus Jaya Komopa

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Artikel Opini

Rasisme Dimusuhi Allah Dan Manusia

by Redaksi
1 Agustus 2025
in Artikel Opini
0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Marius Goo S. S., M.Fil

Pengantar

Kasus-kasus rasial ditemukan di mana-mana dalam kehidupan manusia. Rasis berkaitan dengan dominasi dan diskriminasi atau prasangka buruk terhadap ras atau etnis tertentu yang berbeda. Sementara rasisme merupakan paham atau ideologi yang menganggap kelompok tertentu punya kuasa dan dapat menentukan nasib atau kehidupan kelompok yang lemah, atau kelompok budaya yang berbeda ras atau etnis dianggap primitif untuk menguasai. Tindakan rasis  bisa muncul dalam berbagai bentuk, baik individual maupun publik secara tersistem dan selalu mempunyai dampak buruk dalam kehidupan manusia sebagai makluk sosial. Sebab tindakan rasial sulit terobati secara mental dan selalu dihantui dalam kehidupan. Tindakan rasial memandang sesama yang lain lebih rendah dan bukan manusia, karena itu dibenci oleh Allah dan manusia, karena semua manusia diciptakan segambar dengan-Nya, (bdk., Kej 1:27).

Rasisme Masih  Tumbuh Subur

Tindakan dan kasus-kasus rasial tidak akan pernah hilang dalam kehidupan. Sebab rasisme telah berurat akar dan terjadi secara tersistem baik secara  verbal maupun  juga non verbal, secara langsung tetapi juga secara tidak langsung. Selagi sikap ego, dominasi dan ingin berkuasa ada dalam individu juga kelompok yang lebih berkuasa pasti selalu tumbuh kebiasaan mengintimidasi, meneror dan praktek-praktek sejenis lainnya agar kelompok atau individu-individu yang lemah tidak berkembang dan tetap selalu ada dalam genggaman.

Rasisme selalu tumbuh subur di daerah-daerah jajahan. Di hadapan yang dominan, kaum lemah tidak memiliki kemampuan dan kelebihan. Ketika kaum lemah mempunyai kemampuan distigma, sekaligus disandangkan aneka label, misalnya teroris, kriminal, separatis, dll. Kemampuan kaum lemah dianggap sebagai pengacau, kedamaian ketertiban dan pengganggu keamanan. Kaum berkuasa tidak ingin yang lemah berkembang dalam segala sisi karena tidak ingin setara dan bahkan melebihi.

Kaum lemah yang selalu menjadi korban rasis tumbuh dalam phobia, rasa takut secara mental yang tak tersembuhkan. Mereka merasa minder dan sering menyerah dan pasrah, merasa tidak bisa menghadapi tantangan, akhirnya putus asa dan frustrasi. Merasa kaumnya memang tidak bisa buat apa-apa, kelas atau kastanya rendah dan digariskan demikian dari sononya. Karena itu menerima pelabelan dalam ketidakberdayaan dan menghidupinya turun-temurun dalam sikap pesimis.

Kebiasaan rasis membuat orang lain terbunuh masa depan, sekaligus menghilangkan jejak  masa lalunya. Kebiasaan ini menjadikan sesama yang lain sebagai objek, mereka hadir untuk melengkapi dan menyempurnakan kehidupan kaum kuat atau kaum dominan dan tidak lebih dari itu. Martabat sebagai manusia yang secitra dihilangkan. Kaum lemah tidak berbeda dengan alat atau sarana-sarana untuk memperlancar bisnis atau usaha kaum pemodal dan  penguasa.

Rasisme tumbuh di hampir semua tempat dan zaman, baik secara pribadi maupun publik. Sikap yang merasa orang lain tidak sehebat saya, orang lain tidak harus melebihi saya dan orang lain harus ada di bawah saya merupakan tindakan rasial, dominasi dan diksrimanasi yang tumbuh secara tidak sadar dan secara masif hingga saat ini dalam egoisme, keangkuhan dan hegemonitas.

Harapan Utopis Kaum Lemah: Hilangnya Akar Rasisme

Doa dan harapan kaum lemah yang selalu mendapatkan bully atau diakrimasi adalah kebiasaan juga sikap rasis lenyap dari muka bumi. Kaum kecil dan kelompok minor yang mendapatkan tekanan dan penindasan mengharapkan pengakuan kesamaan hak hidup sebagai manusia. Mereka mengimpikan, bahkan dengan penuh hati-hati berjuang untuk mendapatkan kesamaan hak dan derajat.

Mereka yang menyadari perlakuan rasis dan dominasi dari kaum dominan dan berkuasa merangkul dan mengorganisir untuk keluar atau mengeluarkan diri dari genggaman penguasa. Kaum lemah menyatukan mimpi-mimpi pembebasan untuk mengeluarkan diri dari sikap-sikap diskriminasi.

Harapan-harapan utopis ditariknya dalam pergerakan-pergerakan hidup sehari-hari, sering juga dengan memobilisasi masa dan membuat aksi-aksi protes. Setiap individu mulai mengatur langkah dan strategi, menentukan arah dan misi perjuangan menempu pengakuan kesetaraan hak hidup. Kaum lemah mengubah harapan-harapan yang sifatnya utopis, menjadi gerakan-gerakan mesianik, mulai menunjukkan gigih, menunjukkan kemampuan serta kehebatan untuk meyakinkan kepada dunia dan merebut kembali hak yang dihilangkan,  bahwa semua manusia sama-sama dari Allah dan harus mendapatkan hak yang sama.

Semua Manusia Sama Di Hadapan Allah

Semua manusia di dunia adalah gambar Allah sendiri (Kej 1:27), atau bahasa Latinnya adalah  imago Dei. Setiap kehadiran manusia menunjukkan wajah Allah siapa pun dan di mana pun, apa pun warna kulit dan golongan atau status sosialnya. Di hadapan Allah tidak ada perbedaan. Semua manusia diciptakan oleh dan karena itu hanya Allah yang berkuasa menghakimi dan mengadili manusia.

Baca Juga:

Bupati Paniai launching Kopdes Merah Putih, dorong ekonomi rakyat berbasis Desa

Polisi Ditikam OTK di Dogiyai, Tiga Warga Sipil Dikabarkan Menjadi Korban Penembakan

Dogiyai Gelar Musrenbang Otsus, Rancang Pembangunan 2027 Berpihak pada OAP

IPPMMA-WUBWE Nabire rayakan HUT ke-31, Pengurus tegaskan persatuan dalam kasih Kristus

Karena semua manusia adalah gambar Allah sendiri maka manusia tidak punya kuasa untuk menjatuhkan atau mendiskriminasi. Tuhan tidak ingin, bahkan membenci manusia yang saling membelenggu dengan aturan yang dibuat oleh manusia untuk saling memperangkap. Tuhan tidak ingin manusia saling membunuh, bahkan sekalipun saling mendustai dan mengatakan jahil kepada orang lain. Siapa yang mengatakan jahil harus  dihukum, (Bdk., Mat. 5:22), apalagi yang mengintimidasi, mendiskriminasi dan membunuh harus. Tuhan pasti akan menghukum setiap orang yang memperlakukan sesama manusia setara binatang.

Penutup

Manusia adalah manusia dan karena itu setiap manusia harus diperlakukan sebagai manusia. Allah yang menciptakan manusia pun mempunyai tujuan, tujuan utamanya adalah setiap manusia menjaga dirinya juga sesama manusia yang lain sebagai gambar Allah: dengan perintah imperatif, “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.” (Kej 9:1). Karena itu Allah melarang membunuh (Bdk., Kel 20:13). Semoga setiap manusia mendapatkan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya dan tidak saling menjatuhkan satu terhadap yang lain. Semoga setiap dan semua manusia hidup saling  berdampingan, tercipta damai dan kebebasan hakiki demi memenuhi bumi, sesuai perintah Pencipta, karena dengan tujuan itulah Allah menciptakan manusia.

Penulis adalah Dosen STK “Touye Paapaa” Deiyai, Keuskupan Timika

Post Views: 903
Previous Post

Kepala Distrik Kamuu Siap Dukung Program Penanganan Stunting

Next Post

Selamat Jalan, Ibu

Redaksi

Redaksi

BERITA TERKAIT

Artikel Opini

Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

2 minggu ago
Artikel Opini

Uang Bukan Segalanya

3 minggu ago
Artikel Opini

Manusia Mee Bukan Binatang

4 minggu ago
Artikel Opini

Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

1 bulan ago
Artikel Opini

Selesaikan Konflik Kapiraya dengan Kembalikan Hak Kesuluhan kepada Suku Mee dan Kamoro

1 bulan ago
Artikel Opini

Konflik Di Kapiraya: Suku Kamoro Dan Suku Mee Diadudomba

1 bulan ago
Next Post

Selamat Jalan, Ibu

Please login to join discussion

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved