JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Kelompok umat Katolik yang menamakan diri Suara Kaum Awam Katolik Papua kembali turun aksi untuk ke-41 kalinya. Aksi kali ini digelar di halaman Gereja Katolik Paroki Gembala Baik, Abepura, Keuskupan Jayapura, Minggu (10/08), bertepatan dengan perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga dan pesta Santo Laurensius, Martir.
Dalam refleksi yang mengacu pada Injil Lukas 1:39-56 tentang kunjungan Maria kepada Elisabet, kelompok ini menegur keras Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (dikenal sebagai USMAN), dan pimpinan Gereja Katolik di Papua yang dinilai abai terhadap penderitaan umat.
“Maria menempuh perjalanan jauh untuk berbagi suka dan duka dengan Elisabet. Pemimpin Gereja seharusnya juga mau datang langsung ke rumah, asrama, kos, pasar, sekolah, kebun, dan tempat kerja umat, tanpa melihat status ekonomi atau jabatan. Bukan hanya duduk dalam forum resmi atau pertemuan antar elite,” tegas Stenly Dambujai, mewakili peserta aksi.
Mereka menilai pola kunjungan pastoral di Papua sering terjebak dalam formalitas dan jauh dari realitas hidup umat yang sedang berjuang di tengah krisis sosial, ekonomi, dan ekologis.
Dalam pernyataan sikapnya, Suara Kaum Awam Katolik Papua menyampaikan empat tuntutan:
1. Segera klarifikasi pernyataan dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Adat Anim Ha, Papua Selatan.
2. Mengganti Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC.
3. Investigasi oleh Vatikan, KWI, dan para Uskup di Papua terkait dugaan keterlibatan pimpinan Keuskupan Agung Merauke dalam PSN yang dianggap memicu ekosida, spiritsida, etnosida, dan genosida di Tanah Adat Anim Ha.
4. Mengangkat Uskup Orang Asli Papua di tiga keuskupan: Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agats-Asmat, dan Keuskupan Manokwari-Sorong.
Aksi ditutup dengan seruan, “Salve, Syalom Kaverim”, sebagai simbol harapan agar Gereja Katolik Papua benar-benar menjadi Gereja yang berjalan bersama umat, mendengarkan suara mereka, dan hadir di lorong-lorong kehidupan. (Derek Kobepa)