NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Asrama Mahasiswa Kabupaten Paniai se-Kota Studi Nabire menggelar Ibadah syukuran bagi para wisudawan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM). Kegiatan ini berlangsung di Asrama Paniai, Jalan Kelapa II, Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (18/11/2025).
Ibadah syukuran tersebut mengusung tema “Mengucapkan Syukur Bersama Tuhan Itu Ringan Dalam Segala Aspek”, dengan sub tema: “Melalui Ibadah Syukuran, Para Wisudawan Tidak Tipu untuk Menyingkapi Persoalan Gereja, Pemerintah Hari Ini, Besok, dan Akhir Hidup Kita.” Dasar firman diambil dari Amsal 3:5–7 dan 1 Tesalonika 5:17.
6 wisudawan yang hadir dalam ibadah syukur tersebut adalah:
- Hans Bunai, S.AB,
- Agus Yatipai, S.AB,
- Obaya Tatogo, ST,
- Anison Pigome, S.PI,
- Petrus Gobaj, S.PL,
- Isai Kudiai, S.Sos
Hans Bunai, S.AB, mewakili wisudawan mengatakan pihaknya rasa syukur dan terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan penuh.
“Seluruh orang tua yang telah mensponsori melalui doa, dana, daya, dan tenaga hingga suksesnya pendidikan ini, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan terbesar seorang pelajar adalah doa orang tua. “Dari semua hal, yang paling berharga adalah doa kalian yang terucap dari dalam kamar kosong mu,” tambahnya.
Hans juga memberikan pesan kepada para adik tingkat yang akan melanjutkan perjuangan di dunia akademik. “Mohon tetap semangat dan setia dalam segala hal. Penting untuk bertahan dan mampu bersaing agar kalian sukses,” ujarnya.
Salah satu intelektual muda Paniai, Paulus Tenouye, menekankan bahwa kesuksesan adalah buah dari perjuangan.
“Sukses itu milik orang yang berjuang. Ini adalah hasil perjuangan kalian sendiri, dan kalian juga yang akan menikmati hasilnya,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau para siswa untuk tidak pernah lelah berjuang selama masih ada waktu dan kesempatan.
Sementara itu, Daud Maksi Mote, S.Pd., S.Th, mengingatkan para wisudawan agar menjaga nama baik sebagai intelektual muda Paniai.
“Kalian adalah penerus bangsa dan negeri ini. Mampu menjaga diri adalah kewajiban,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan agar para lulusan terus bersatu dalam doa dan berjuang mendapatkan pekerjaan.
“Dari ratusan yang menganggur, kalian juga termasuk. Karena itu saya berharap kalian bisa mendapatkan pekerjaan. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan,” tutupnya.