DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM— Pada momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Dogiyai mengeluarkan seruan keras agar Kapolres Dogiyai menghentikan praktik pengejaran, penangkapan, dan penembakan terhadap warga sipil yang dinilai dilakukan tanpa alasan jelas.
Seruan ini disampaikan Ketua I KNPB Wilayah Dogiyai, Yance Pekei, dalam mimbar bebas yang digelar di Terminal Moanemani, Selasa (25/10). Di hadapan massa dan aparat yang berjaga, Pekei menegaskan bahwa selama ini rakyat sipil menjadi pihak yang paling sering menanggung akibat dari operasi aparat keamanan.
“Selama ini yang selalu menjadi korban adalah rakyat yang tidak bersalah. Korban bukan pelaku. Seperti yang terjadi di Kampung Obayo beberapa tahun lalu, seorang pemuda tewas tanpa kesalahan apa pun. Di Mauwa dan Ikebo pun, yang jatuh sebagai korban adalah warga sipil,” ujar Pekei lantang.
Ia mempertanyakan pola tindakan kepolisian yang dinilai jauh dari pendekatan humanis, padahal seharusnya menjadi dasar setiap aparat dalam bertugas.
“Saya tanya, sebenarnya aparat keamanan ini pernah sekolah atau tidak? Pernah dibekali materi soal pendekatan humanis atau tidak?” katanya sambil menunjuk arah petugas yang mengamankan aksi.
Juru Bicara KNPB Wilayah Dogiyai, Yames Pigai, turut menyampaikan pesan penting mengenai penerapan prinsip humaniter, baik bagi aparat negara maupun TPNPB.
“Saya tegaskan kepada TNI, Polri, maupun TPNPB: dalam situasi apa pun, aturan humaniter harus menjadi pegangan utama. Selama ini korban terbanyak bukan dari TNI, Polri, atau TPNPB, tetapi rakyat sipil. Itu harus diingat,” tegasnya.
Pigai menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh pihak menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama, terlebih pada momen refleksi Hari HAM Sedunia.