BALI,JELATANEWSPAPUA.COM — Delegasi Kabupaten Dogiyai mengikuti kegiatan Penguatan Ekonomi Kampung di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada 24–28 November, dalam rangka mendorong transformasi perencanaan dan pengelolaan APBK bagi 20 kampung lokus Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program TEKAD Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang menempatkan Dogiyai sebagai salah satu dari dua kabupaten di Papua Tengah yang menjadi wilayah implementasi.
Rombongan delegasi dipimpin oleh Ketua TEKAD Kabupaten Dogiyai, Martinus Anouw, didampingi dua kepala kampung, Kepala Kampung Kimupugi dan Kepala Kampung Putaapa, serta dua perwakilan petani dari Kampung Obaayo dan Kampung Bomomani.
Melalui rangkaian diskusi, kunjungan lapangan, serta belajar praktik baik di Jembrana, para peserta diperkenalkan pada model penguatan ekonomi desa yang dinilai berhasil berjalan di Bali. Pembelajaran meliputi tata kelola BUMDes, pengembangan usaha ekonomi produktif, penguatan kelompok tani, hingga strategi perencanaan pembangunan berbasis data.
Ketua TEKAD Dogiyai, Martinus Anouw, mengatakan bahwa pengalaman tersebut akan menjadi referensi penting bagi kampung-kampung di Dogiyai dalam menyusun perencanaan pembangunan dan APBK ke depan.
“Semoga apa yang dipelajari di Jembrana membawa manfaat nyata dalam penyusunan APBK tahun-tahun mendatang, khususnya bagi 20 kampung lokus Program TEKAD,” ujarnya.
Ia berharap pembelajaran ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan secara bertahap namun berkesinambungan.
“Kita bergerak menuju Dogiyai Dou Enaa, Dogiyai yang baik dan maju. Transformasi ekonomi kampung harus dimulai dari pengetahuan dan perencanaan yang benar,” tambahnya.
Melalui Program TEKAD, pemerintah berharap kapasitas pemerintah kampung semakin kuat, inovasi ekonomi lokal tumbuh, dan masyarakat mampu membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi di wilayah masing-masing.