JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Mengikuti surat edaran Pemprov Papua Tengah tentang pembentukan Koperasi Binaan Provinsi (nomor 500.3.2.1/131/SET/2026), Pemerintah Kabupaten Dogiyai menggelar pertemuan langsung dengan Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah pada Senin (23/02).
Surat edaran yang dikeluarkan baru-baru ini mewajibkan setiap kabupaten di provinsi untuk membentuk satu koperasi binaan, dengan batas pengumpulan data paling lambat 11 Februari 2026. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdri. Inneke Kusumastuti di nomor 081344744527.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dogiyai, Fabianus Pekei, M.Si, menyampaikan kesiapan penuh daerah untuk menindaklanjuti program subsidi pangan lokal bagi PT Freeport Indonesia di Timika.
“Kita sudah siap dengan segala kelengkapan, mulai dari bukti perjalanan suplai ke Timika, fasilitas yang tersedia di Dogiyai dan Timika, hingga surat penunjukan koperasi binaan sesuai permintaan Pemprov,” jelasnya.
Fabianus menegaskan bahwa Dogiyai memiliki dukungan yang kuat dari sisi fasilitas, sumber daya alam, dan sumber daya manusia untuk menjalankan program ini.
“Kita sedang melakukan lobi yang serius terkait subsidi suplai pangan lokal ke PT Freeport. Ini bukan hanya tentang pemenuhan kebutuhan pangan, tapi juga langkah nyata untuk menggerakkan ekonomi lokal,” ucapnya.
Langkah kolaboratif antara Dinas Koperasi dan UKM dengan Dinas Perhubungan ini sejalan dengan Visi dan Misi Bupati serta Wakil Bupati Dogiyai dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui konsep koperasi organik sejahtera, kedua dinas berkomitmen mengurangi ketimpangan sosial, mengangkat ekonomi rakyat melalui hasil usaha kelompok tani, sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
“Kita perlu harmonisasi dan sinkronisasi yang baik antara semua pihak terkait, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, agar program ini berjalan maksimal,” tegasnya.
Tak hanya itu, Marius Tebai dari Koperasi Produsen Organik juga turut menunjukkan antusiasmenya.
“Kami siap membeli hasil produk dari para ibu-ibu kelompok tani yang bergerak di pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan,” ujarnya.
Ia juga mengajukan permohonan untuk dibukanya lahan kosong di Dogiyai serta mengumumkan rencana rekrutmen tenaga kerja dari Dogiyai, Timika, dan Nabire untuk menjadi karyawan koperasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dogiyai Menseb Anou juga menambahkan, pihak perhubungan baik itu provinsi maupun kabupaten telah berkomitmen untuk pengadaan pesawat subsidi untuk drop hasil lokal ke PT Freeport Indonesia.
“Dinas Perhubungan 8 kabupaten dan Provinsi sudah komitmen pesawat subsidi dari Timika ke 8 Kabupaten yang ada di Papua Tengah,” jelasnya.
Lanjut dia, pesawat subsidi ini dapat membantu masyarakat di 8 kabupaten.
“Tujuan kami agar perputaran uang dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah,” pungkasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dogiyai, Menseb Anou, menambahkan, pihaknya baik provinsi maupun kabupaten telah berkomitmen untuk sediakan pesawat subsidi untuk mengangkut hasil lokal ke PT Freeport Indonesia.
“Dinas Perhubungan 8 kabupaten dan Provinsi sudah komitmen ada pesawat subsidi dari Timika ke seluruh 8 Kabupaten di Papua Tengah” jelasnya.
Menurutnya, pesawat subsidi ini bakal bantu masyarakat luas di daerah tersebut.
“Tujuan kami sederhana, agar perputaran uang benar-benar dirasakan oleh masyarakat di pelosok daerah,” pungkasnya.[*]