DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, dilaporkan memanas setelah terjadi tindakan kekerasan terhadap anggota kepolisian di depan Gereja Ebenezer Moanemani, Selasa [31/03].
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang Anggota Sat Binmas Polres Dogiyai berinisial JE dilaporkan menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal [OTK]. Korban yang mengalami luka serius segera dievakuasi ke RSUD Dogiyai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, laporan terbaru menyebutkan anggota polisi tersebut meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Pasca tindakan kekerasan tersebut, ketegangan meningkat di sejumlah titik. Aparat gabungan TNI/Polri dilaporkan melakukan penyisiran di berbagai ruas jalan di sekitar Pasar Moanemani, Dogiyai.
Namun, penyisiran tersebut dilaporkan berujung pada insiden penembakan yang mengenai warga sipil. Menurut laporan warga di lapangan, terdapat tiga orang warga sipil Dogiyai yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut:
1. Sipi Tibakoto, dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak di bagian kepala.
2. Yulita Pigai, mengalami luka tembak di bagian betis.
3. Martinus Yobee, mengalami luka tembak di bagian perut.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Dogiyai masih tampak mencekam dengan penjagaan ketat aparat di berbagai sudut kota. Aktivitas warga pun sempat lumpuh akibat kekhawatiran akan adanya konflik susulan.
Pihak Polres Dogiyai maupun Polda Papua belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap peristiwa penikaman polisi maupun laporan adanya korban jiwa dari pihak sipil. Tim di lapangan masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada otoritas keamanan setempat.[]