PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, kembali memanas setelah beredar laporan dugaan serangan udara dan penembakan di sekitar Gereja Katolik wilayah Mbamogo, Paroki Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu (17/05/2026) kemarin.
Pernyataan tersebut di sampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima media ini. Dalam keterangannya, Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom menyebut aparat militer Indonesia melakukan serangan menggunakan drone dan senjata RPG sekitar pukul 12.15 WIT, tepat ketika umat selesai melaksanakan kegiatan ibadah dan berada di halaman gereja.
“Akibat peristiwa itu, sejumlah warga sipil dilaporkan menjadi korban ledakan. Beberapa nama korban yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau. Selain itu, masih terdapat beberapa korban lain yang identitasnya belum diketahui,” kata Sebby Sambom.
Lantas Sebby menyebutkan, dua korban berhasil dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Intan Jaya oleh Pastor Yanuarius Yance Wadogaudi Yogi, Pr bersama umat dan masyarakat setempat guna mendapatkan pertolongan medis. Sementara beberapa korban lainnya disebut belum dapat dievakuasi karena kondisi keamanan di lokasi kejadian masih belum memungkinkan.
Tidak hanya menimbulkan korban luka, Sebby Sambom mengatakan insiden tersebut juga memicu kepanikan warga sipil di wilayah Mbamogo dan sekitarnya. Banyak masyarakat dilaporkan meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke hutan maupun menuju pusat Kota Sugapa untuk mencari perlindungan dari kemungkinan serangan susulan.
Ia menambahkan bahwa aktivitas militer di Intan Jaya mengalami peningkatan sejak 12 hingga 16 Mei 2026. Menurutnya aparat keamanan melakukan penambahan pasukan menggunakan enam unit helikopter militer yang kemudian ditempatkan di sejumlah pos di wilayah konflik bersenjata.
Lebih lanjut, operasi darat dan udara terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir hingga akhirnya terjadi dugaan serangan di sekitar area gereja pada Minggu siang. “Serangan ini terjadi di kawasan pemukiman warga sipil dan bukan di markas TPNPB, jadi masyarakat mengungsi dan ketakutan,” kata Sebby Sambom.
Prihatin dengan situasi kemanusiaan, KOMNAS TPNPB meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Panglima TNI Agus Subiyanto untuk bertanggung jawab atas dugaan serangan yang disebut menyebabkan jatuhnya korban sipil.
Tidak sampai disitu, Sebby juga meminta lembaga kemanusiaan internasional, termasuk Palang Merah Internasional dan lembaga HAM internasional, memberikan perhatian terhadap kondisi pengungsi akibat konflik bersenjata yang terus berlangsung di Papua. Selain itu, Ia kembali mendesak pemerintah Indonesia membuka akses bagi jurnalis asing untuk meliput situasi konflik di Tanah Papua secara langsung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait Insiden di Intan Jaya. (***)