NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Sebuah surat resmi dari CV Cipta Mulia Perkasa beredar di grup WhatsApp, Jumat (05/09). Surat itu berisi permohonan penutupan sementara Jalan Trans Nabire–Ilaga di Kilometer 139 dan 141 yang menghubungkan tiga kabupaten, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.
Permohonan ini ditujukan kepada masayarakat dan semua kalangan bahwa akan ada pekerjaan penanganan longsor dan perbaikan badan jalan di titik rawan. Penutupan akan berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 September 2025.
Dalam surat bernomor 004/PER-PAJ/CMP/IX/2025, Direktur CV Cipta Mulia Perkasa, Sutjipto Halim, menyebut langkah ini untuk menjamin pekerjaan berjalan efektif sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
“Permohonan ini kami ajukan guna mendukung kegiatan penanganan longsoran dan perbaikan badan jalan agar berjalan efektif, serta menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan atas bahaya rawan longsor yang sering terjadi,” tulis Sutjipto.
CV Cipta Mulia Perkasa adalah penyedia jasa pekerjaan preservasi jalan Moanemani–Bedudipa. Perusahaan ini beberapa kali menangani jalur Trans Papua yang terputus akibat longsor.
Surat permohonan juga ditembuskan ke Polres Dogiyai, Polres Deiyai, dan Polres Paniai. Ruas Nabire–Ilaga memang jalur utama yang menghubungkan tiga kabupaten di wilayah Meepago.
Masyarakat diminta memahami kebijakan ini karena keselamatan jadi prioritas. Dengan penutupan jalan, pekerjaan bisa dilakukan tanpa gangguan arus lalu lintas.
Selama penutupan, warga diminta menyesuaikan waktu perjalanan. Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan membantu menyebarkan informasi ini.
Jalur Trans Nabire–Ilaga dikenal rawan longsor. Beberapa kali bencana terjadi di titik tersebut, termasuk di KM 139 dan 141, sehingga mengganggu distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Dengan perbaikan intensif, jalan diharapkan kembali aman dilalui. Semua pihak juga berharap dukungan agar pekerjaan selesai tepat waktu sehingga jalur vital ini bisa segera digunakan kembali.