DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dogiyai, Stevanus Tebai, S.Pd, mengeluarkan himbauan kepada seluruh warga masyarakat di 79 kampung dalam 10 distrik se-Kabupaten Dogiyai. Himbauan ini ditegaskan guna mendukung visi dan misi Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, yang menargetkan Noken Anggrek Dogiyai menjadi investasi dunia.
Melalui via selulur kepada wartawan media ini, pada Minggu (14/09) mengatakan, noken bukan sekadar barang kerajinan, melainkan karya seni taraf internasional yang harus dilestarikan.
Stevanus Tebai menegaskan bahwa noken anggrek merupakan warisan budaya yang lahir dari kreativitas masyarakat adat Dogiyai. Karena itu, pemerintah melalui Disbudpar akan melakukan survei, pendataan, serta pembinaan langsung terhadap para pengerajin.
“Langkah ini sekaligus untuk mengakhiri kondisi di mana selama ini pengerajin berjalan sendiri tanpa bimbingan maupun dukungan memadai.” Jelasnya.
“Selama ini banyak pengerajin noken anggrek yang dibiarkan, tanpa ada pendidikan, pengarahan, maupun komunitas yang menaungi mereka. Padahal mereka punya kerinduan besar agar dirangkul, dibina, dan diorganisir secara baik,” tegas Tebai.
Ia mengatakan kedepan Disbudpar akan mendorong pembentukan kelompok komunitas pengerajin noken anggrek di setiap kampung dan distrik.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan agar semua pengerajin memiliki sertifikat resmi. Sertifikasi ini penting untuk menyatukan harga noken, menertibkan kualitas, serta mempermudah akses ke pasar yang lebih luas.
Selain itu, sertifikat menjadi dasar agar pengerajin dilibatkan dalam berbagai agenda resmi seperti festival noken, expo budaya, maupun pameran skala nasional hingga internasional.
Disbudpar Dogiyai juga berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang eksistensi noken anggrek. Fasilitas ekspo, festival noken, dan ruang promosi budaya lainnya akan disiapkan demi memperkenalkan hasil karya anak daerah ke panggung global.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa noken Dogiyai bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga simbol budaya yang diakui dunia,” ujar Tebai.
Menurut Tebai, banyak pengerajin telah menghubungi pihaknya sejak siang hingga sore hari setelah informasi ini diumumkan. Antusiasme itu menunjukkan bahwa komunitas pengerajin memiliki semangat tinggi untuk maju. Namun selama ini, keterbatasan informasi dan perhatian membuat mereka tertinggal dari pengerajin di daerah lain.
“Kami akan kawal ketat agar semua pengerajin mendapat pembinaan. Noken-noken yang dihasilkan dari Dogiyai tidak lagi keluar tanpa pengawasan, melainkan sesuai standar pembinaan,” tandasnya. Pemerintah berkomitmen agar hasil karya ini memiliki nilai tambah dan daya saing yang jelas.
Bagi masyarakat atau pengerajin yang ingin segera terdata, Disbudpar Dogiyai telah menurunkan tim pendataan ke lapangan. Semua pihak diminta untuk proaktif menghubungi tim melalui nomor 081337953070.
Dengan begitu, pendataan, pembinaan, dan pembentukan komunitas bisa berjalan serentak dan terstruktur.
Dengan langkah ini, Pemkab Dogiyai berharap noken anggrek benar-benar menjadi investasi dunia sebagaimana visi besar Bupati Yudas Tebai. “Noken adalah identitas, martabat, dan kebanggaan Dogiyai. Kita harus jaga bersama agar dunia tahu, Dogiyai punya karya budaya kelas dunia,” tutup Stevanus Tebai.