GORONTALO, JELATANEWSPAPUA.COM – Sekelompok masa yang mengatasnamakan diri Forum Solidaritas Mahasiswa Papua (FS-MP) kota studi Gorontalo, bersama LMID gelar aksi unjuk rasa melawan rasisme terhadap orang asli Papua (OAP) ke 6 tahun.
Aksi tersebut dilaksanakan pada pada 19 Agustus 2025, di Kampus 1 UNG Gorontalo, FS-MP membentangkan poster yang bertuliskan Stop Rasis & diskriminasi terhadap orang Asli Papua. Mereka berangkat dari asrama Papua pukul 09.00 Wit sampai dengan titik kumpul hingga bubar jam 16.30. dengan keadaan yang akan dan kondusif.
FS-MP menyatakan 19 Agustus 2019 adalah tanggal yang penuh bersejarah dam kehidupan rakyat Papua, dimana pada saat itu sekelompok ormas mengepung asrama mahasiswa Papua di surabaya dengan teriakan orang papua monyet.
“Sampai hari ini masih menjadi bekas luka dalam hati masyarakat Papua dan kini rasisme itu terus tumbuh. Maka itu kami (FS-MP) dan seluruh orang Papua yang berstudi di gorontalo serta kawan-kawan solidaritas LMID mengadakan aksi damai, turun jalan bentuk perlawanan terhadap rasisme,” ucap salah satu orator.
Lebih lanjut, orator itu menegaskan negara Indonesia baru saja merayakan kemerdekaan Indonesia tetapi kemerdekaan itu kami tidak rasakan diatas tanah papua.
“Yang kami rasakan hanyalah penindasan penjajahan, hingga kini orang tua kami masih mengungsi dimana-mana,” tegasnya.
Pernyataan sikap FS-MP :
1. PBB segera tinjau ulang pelaksanaan New York Agreement 15 Agustus 1962;
2. Pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas seluruh pelanggaran HAM diatas tanah Papua;
3. Segera tarik militer organik dan Non organik dari seluruh tanah Papua;
4. Tolak seluruh perusahaan legal maupun ilegal diatas tanah Papua;
5. Buka jurnalis asing seluas luasnya diatas tanah Papua;
6. Berikan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua sebagai solusi demokratis. (*)