JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i dan Masyarakat Rayon Paniai Utara (IPPMMARPUT) Se-Jayapura menggelar kegiatan orientasi selama dua hari, Jumat–Sabtu (26–27 September 2025). Rangkaian acara berlangsung di Gereja Maranatha Kotaraja Dalam dan Pantai Holtekamp, Jayapura Papua,
Kegiatan hari pertama diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Mahasiswa (STT) Stepanus Gobai, dengan renungan firman dari Amsal 20:12. Dalam khotbahnya ia menekankan bahwa “pergaulan yang baik akan memetik buah yang baik; dan pergaulan yang buruk akan menghasilkan buah yang buruk.”
Usai ibadah, peserta menerima lima materi utama dari para narasumber, antara lain:
- Dampak kesehatan mental terhadap mahasiswa – oleh Nelce D. Kayame, S.Pd.
- Adaptasi lingkungan – oleh Martinus Yeimo.
- Ideologi Papua – oleh Tn. Sadrack Logowan.
- Perkembangan teknologi dan gadget sebagai media pembelajaran – oleh Yunus Gobai, S.Ikom., Gr.
- Manajemen kepemimpinan dalam organisasi IPPMMARPUT – oleh Pdt. Otiniel Tenouye, S.Th.
Dalam sambutannya, Pdt. Otiniel Tenouye menegaskan pentingnya proses pembentukan karakter dalam organisasi. “Serba hukuman, tangisan, duka adalah hal biasa dalam orientasi. Jika mampu bertahan, Anda akan memahami makna organisasi dan menjadi pribadi yang bijak dalam berbagai cobaan,” katanya.
Sementara itu, Damian Gobai selaku Sekretaris II IPPMMARPUT menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan panitia. Ia menekankan bahwa semangat dan persatuan harus terus dijaga agar organisasi mampu menjawab tantangan global. Ketua panitia, Yohanes Kudiai, turut mengucapkan terima kasih atas dukungan anggota dalam bentuk tenaga, waktu, maupun materi.
Selain itu, pengurus IPPMMARPUT Mika Kendi Kayame, menyambut baik kehadiran anggota baru dalam keluarga besar IPPMMARPUT. Ia menegaskan bahwa penerimaan anggota baru menjadi energi positif untuk memperkuat organisasi. Kami berharap adik-adik yang baru bergabung dapat menjaga komitmen, belajar dalam kebersamaan, dan berkontribusi aktif bagi perkembangan organisasi,” ungkapnya.
Pada hari kedua, Sabtu (27/9), kegiatan dilanjutkan dengan rekreasi di Pantai Holtekamp. Dalam sesi intelektual, Yunus Eki Gobai, S.Ikom., Gr. menyampaikan refleksi simbol anak panah dan busur dan noken sebagai representasi wajah organisasi. “Anak panah dan busur dimaknai sebagai kekuatan kolektif ketika anggota bersatu, sedangkan noken menggambarkan wadah perjuangan dan hasil kerja keras bersama,” jelas Yunus Eki Gobai.
Puncak kegiatan ditandai dengan penerimaan 30 anggota baru IPPMMARPUT Se-Jayapura yang diterima langsung oleh badan pengurus. Penerimaan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mengembangkan kaderisasi sesuai dengan azas dan misi IPPMMARPUT.
“Kegiatan orientasi tahun 2025 kita harapkan dapat memperkuat persatuan, menumbuhkan kepemimpinan, serta membekali mahasiswa dan pemuda Papua untuk menghadapi tantangan pendidikan dan dunia global,” tutupnya.