JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Yulianus Magai, jurnalis Tribunpapua, mengalami intimidasi saat meliput aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) di Perumnas III, Waena, Kota Jayapura, Papua, Selasa (30/9).
Aksi yang digelar Solidaritas Mahasiswa Peduli Uncen tersebut berlangsung dalam rangka memperingati 63 tahun Roma Agreement. Sejak pagi, massa aksi berkumpul di depan gapura Uncen dan sempat terlibat adu mulut dengan aparat keamanan.
Kronologis Kejadian
Yulianus berangkat dari rumah menuju lokasi aksi sekitar pukul 08.30 WIT dan tiba pada pukul 09.00 WIT. Ia langsung melakukan siaran langsung di akun media sosial Jelata News Papua untuk melaporkan jalannya aksi.
“Beberapa menit setelah live, saya mematikan siaran dan mulai merekam video. Tidak lama kemudian, aparat menembakkan gas air mata ke arah massa,” jelas Yulianus.
Di tengah situasi ricuh, seorang pria berpakaian preman yang diduga aparat intelijen mendekatinya. Yulianus sempat dicegat, dipegang, dan ditanyai meski telah menunjukkan identitas persnya.
“Saya sudah tunjukkan kartu pers dan mengenakan seragam dengan tulisan Tribunpapua di baju. Tapi saya tetap dicegat. Kondisi mata saya perih akibat gas air mata,” ungkap wartawan Tribunpapua ini.
Beruntung, seorang rekan jurnalis bernama Angga dari Jayatv membantu meyakinkan aparat bahwa Yulianus benar-benar seorang wartawan. Setelah itu, ia dilepaskan.
Dampak Gas Air Mata
Akibat paparan gas air mata, Yulianus dan Angga merasa lemah dan sempat berhenti di kios terdekat untuk mencuci muka sebelum kembali melanjutkan pemantauan.
Saat keduanya kembali ke lokasi, massa aksi sudah mundur ke dalam kampus, tepatnya di sekitar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sementara aparat masih berjaga di sekitar kawasan.