DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Kepala Distrik Kamu, Markus Auwe, bersama staf distrik kembali melanjutkan komitmen mereka untuk mendukung ekonomi mama-mama Papua melalui program belanja hasil jualan masyarakat lokal. Pada Jumat (12/09), rombongan distrik mendatangi Kampung Kimupugi untuk membeli berbagai hasil kebun dan produk lokal yang dijual oleh mama-mama.
Sejak beberapa bulan terakhir, gerakan belanja hasil jualan mama-mama Papua di Dogiyai ini menjadi kegiatan rutin yang dijalankan setiap pekan di 8 kampung di wilayah Distrik Kamu. Langkah ini bukan sekadar program seremonial, melainkan wujud nyata pemerintah distrik dalam memberikan ruang penghargaan terhadap kerja keras mama-mama Papua yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di Dogiyai.
Kepala Distrik Kamu, Markus Auwe, menegaskan pihaknya tetap konsisten dengan agenda ini sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi lokal.
“Kami tidak hanya sekadar datang, membeli, lalu pergi. Tetapi ini adalah upaya untuk mengangkat martabat mama-mama Papua, yang setiap hari berjuang menjual hasil kebunnya demi biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Dalam kegiatan belanja sebelumnya, pemerintah distrik telah mengunjungi sejumlah kampung seperti Mauwa, Dikiyouwa, Ekemanida, Putapa, Bukapa, Idakotu, Ikebo dan terahkir Kimupugi. Setiap kunjungan menjadi momen berharga karena mama-mama merasa dihargai dan diperhatikan langsung oleh pemerintah.
Mereka tidak lagi harus membawa hasil kebun jauh ke pasar, melainkan pemerintah sendiri yang datang dan membeli di tempat.
Mama-mama Papua, Dogiyai di Kampung Kimupugi pun menyambut gembira kehadiran Kepala Distrik dan staf. Mereka menyiapkan berbagai hasil bumi mulai dari ubi jalar, sayuran segar, buah-buahan lokal, hingga kacang tanah. Sebagian hasil belanja itu nantinya akan didistribusikan kembali untuk mendukung program pangan lokal dan konsumsi di kantor distrik.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai program ini sangat positif karena mampu memotong rantai pasar yang sering merugikan mama-mama. Selama ini, banyak mama-mama harus menjual dengan harga murah kepada pengepul karena keterbatasan akses pasar. Dengan adanya belanja langsung oleh pemerintah distrik, harga yang mereka dapatkan lebih layak dan menguntungkan.
Tidak hanya itu, kegiatan rutin belanja ini juga menjadi ajang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat kampung. Markus Auwe kerap memanfaatkan momen tersebut untuk mendengar keluhan, aspirasi, serta kebutuhan mendesak masyarakat yang sering kali terabaikan.
“Pemerintah tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Kami harus datang, melihat, dan merasakan langsung kehidupan rakyat, terutama mama-mama yang selama ini menopang ekonomi di Dogiyai,” tambah Markus.
Seiring waktu, komitmen Distrik Kamu ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, baik pemerintah kabupaten maupun organisasi lokal. Bahkan, ada wacana agar program belanja hasil mama-mama ini dijadikan contoh dan ditiru oleh distrik lain di Dogiyai.
Dengan konsistensi yang ditunjukkan, gerakan ini membuktikan bahwa langkah sederhana sekalipun dapat memberi dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat. Mama-mama di Dogiyai pun semakin percaya bahwa pemerintah hadir tidak hanya lewat kebijakan di atas kertas, tetapi lewat aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.
Kepala Distrik Kamu, Markus Auwe, juga menegaskan bahwa program belanja hasil mama-mama yang rutin dilakukan selama ini selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai.
Menurutnya, arah pembangunan yang digagas pemerintah kabupaten menekankan pada kemandirian ekonomi rakyat, penghormatan terhadap masyarakat adat, serta pemberdayaan sektor pertanian sebagai basis utama kehidupan orang Papua di pegunungan tengah.
“Gerakan sederhana ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, yaitu menghadirkan pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil. Mama-mama adalah tulang punggung ekonomi keluarga, sehingga ketika kami membeli langsung hasil kebun mereka, itu artinya kami mendukung cita-cita besar pemerintah kabupaten untuk membangun Dogiyai dari kampung, dari kebun, dan dari rakyat sendiri,” ujar Markus.
Ia menambahkan, Distrik Kamu akan terus menjaga konsistensi program ini agar tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan cara ini, visi “Dogiyai yang mandiri, adil, dan sejahtera” sebagaimana digariskan Bupati dan Wakil Bupati dapat diwujudkan secara bertahap melalui aksi nyata di tingkat distrik dan kampung.
Hari ini, Jumat 12 September 2025, belanja di Kampung Kimupugi kembali menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk keberpihakan nyata pemerintah distrik terhadap rakyat kecil. Dukungan ini diharapkan terus berlanjut, agar mama-mama Papua tetap kuat menjaga ekonomi keluarga sekaligus melestarikan tradisi berkebun yang menjadi identitas masyarakat pegunungan tengah Papua.