PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Ketua Panitia Musyawarah Pastoral Mee (MUSPASME) ke-VIII, Yunus Kadepa, S.Pd, menegaskan komitmennya untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII yang dijadwalkan berlangsung di Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, pada awal Februari 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Yunus Kadepa saat ditemui wartawan di Enarotali, Kabupaten Paniai, Jumat (9/1/2026). Ia menyatakan bahwa panitia bersama para pelayan pastoral dan umat saat ini tengah melakukan persiapan secara menyeluruh dan terstruktur, mulai dari tingkat Paroki Kristus Jaya Komopa hingga ke stasi-stasi dalam wilayah pelayanan Pastoral Mee.
“Kami panitia MUSPASME VIII menyatakan siap menyukseskan pesta iman dan budaya ini. Saat ini seluruh persiapan terus dimatangkan, baik secara teknis maupun nonteknis, dengan melibatkan seluruh unsur umat di Paroki Kristus Jaya Komopa,” ujar Yunus.
Menurutnya, Musyawarah Pastoral Mee merupakan agenda penting Gereja Katolik di Keuskupan Timika karena menjadi ruang evaluasi karya pastoral, refleksi iman, serta perumusan arah pelayanan Gereja yang kontekstual, berbasis budaya, dan berpihak pada umat.
Ia menegaskan bahwa MUSPASME bukan sekadar kegiatan rutin gerejawi, melainkan forum strategis untuk membahas berbagai tantangan umat, pelestarian budaya, persoalan sosial-kemanusiaan, pendidikan iman, hingga peran Gereja dalam menjaga martabat manusia dan keutuhan ciptaan di Tanah Papua.
“Musyawarah ini menjadi momentum penting bagi Gereja untuk mendengarkan suara umat, memperkuat persaudaraan, serta merumuskan langkah-langkah pastoral yang menjawab realitas hidup orang Papua, khususnya di Papua Tengah,” jelasnya.
Jadwal Pelaksanaan MUSPASME VIII
Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, akan menjadi tuan rumah Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII yang dijadwalkan berlangsung pada 2–9 Februari 2026. Kegiatan akbar umat Katolik Mee ini diselenggarakan sebagai pesta iman bernuansa budaya Mee sekaligus menjadi wadah konsolidasi pastoral antar-dekenat di wilayah Keuskupan Timika.
Tema MUSPASME VIII
MUSPASME VIII mengusung tema “Iya-Iya Akatiyake”, yang bermakna “Kita saling menyelamatkan, bangkit, dan berjalan bersama.”
Dengan subtema “Koya Kou Ani Dou Ma Ida Awii Maa”, yang bermakna “Kita memilih yang baik, mengambil yang baik, dan mengisinya dalam hidup kita.”
Baca Juga : Kadinsos Paniai, Bantu Semen dan Cat untuk Dukung MUSPAS Mee ke-VIII, di Paroki Kristus Jaya Komopa
Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh JELATANEWSPAPUA.COM, Yunus Kadepa juga telah mengungkapkan jadwal resmi pelaksanaan MUSPASME ke-VIII tahun 2026 yang dipusatkan di Paroki Kristus Jaya Komopa. Kegiatan ini akan diikuti oleh para pastor, biarawan-biarawati, katekis, dewan paroki, serta perwakilan umat dari berbagai paroki dan stasi di wilayah Pastoral Mee.
Yunus menambahkan, antusiasme umat sangat tinggi dalam menyambut MUSPASME ke-VIII. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan aktif umat dalam berbagai persiapan, mulai dari kerja bakti, penyediaan tempat, konsumsi, hingga dukungan doa.
“Kami bersyukur karena umat menyambut kegiatan ini dengan semangat kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa MUSPASME adalah milik bersama, bukan hanya panitia atau para pelayan pastoral,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Yunus Kadepa mengajak seluruh umat Katolik di wilayah Pastoral Mee untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan serta mendukung pelaksanaan MUSPASME ke-VIII agar berjalan lancar, aman, dan menghasilkan keputusan pastoral yang membawa berkat bagi Gereja dan masyarakat.
“Kami mohon dukungan doa dari seluruh umat, agar Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi sarana memperkuat iman serta pelayanan Gereja di Tanah Papua,” pungkasnya.
Penulis: Derek Kobepa