JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Hidup di pesisir Argapura Laut, keluarga kecil Eduward Numberi terus berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan. Eduward, seorang nelayan dengan peralatan seadanya, mengandalkan hasil tangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, pendapatan yang tidak menentu membuat beban hidup semakin berat.
“Kadang hasil tangkapan sedikit sekali, sementara kebutuhan sehari-hari terus berjalan,” tutur Eduward dengan nada lirih.
Sementara itu, istrinya, Lenora Jowei, membantu ekonomi keluarga dengan berjualan ikan seadanya. Namun, keterbatasan modal membuat usaha kecil itu belum mampu menopang kebutuhan mereka sepenuhnya.
Kondisi semakin sulit karena dua anak mereka harus putus sekolah dan menikah muda. Hingga kini, keduanya belum memiliki pekerjaan tetap. Eduward dan Lenora hanya berharap ada peluang pekerjaan bagi anak-anak mereka agar bisa hidup mandiri.
“Kami tidak berharap muluk-muluk. Kami hanya ingin pemerintah bantu anak-anak kami dapat pekerjaan apa saja, di mana saja, yang penting mereka bisa berdiri sendiri dan tidak selamanya bergantung pada orangtua,” ujar Lenora.
Selain persoalan ekonomi, rumah keluarga Numberi juga jauh dari kata layak huni. Berdiri di atas tiang-tiang kayu, dinding rumah hanya ditutup dengan tripleks seadanya. Saat hujan dan angin datang, air dengan mudah masuk ke dalam rumah.
“Kami hanya ingin rumah kecil ini bisa diperbaiki. Tidak perlu mewah, yang penting layak untuk dihuni dan melindungi keluarga,” harap Eduward.
Melihat kondisi ini, Elias Awekidabi Gobay, aktivis keagamaan dari Keuskupan Jayapura, meminta perhatian pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk turun tangan membantu keluarga-keluarga kecil seperti Eduward Numberi.
“Mereka tidak meminta banyak. Hanya pekerjaan untuk anak-anak dan rumah yang layak huni. Pemerintah perlu hadir agar masa depan mereka tidak hilang begitu saja,” kata Elias kepada jelatanewspapua.com Sabtu (30/08).
Masyarakat Argapura Laut berharap ada kebijakan nyata dari pemerintah yang menyentuh kehidupan nelayan kecil dan keluarga kurang mampu. “Bagi keluarga Numberi, bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti untuk bertahan hidup dan membangun masa depan yang lebih baik,” harapnya.