DOGIYAI, JELATANEWSPAPUACOM – Dalam Sidang Pleno yang digelar secara khusus pada 31 Januari 2026, Nieuw Guinea Raad [NGR]Fraksi Meepago mengumumkan langkah strategis berskala besar dengan menetapkan tiga pilar utama: konsolidasi menyeluruh, penguatan kelembagaan, dan pendekatan berbasis hukum untuk membawa perjuangan status politik bangsa West Papua ke tataran internasional.
Sebagai wadah representatif masyarakat adat Papua untuk wilayah Meepago [Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, dan Mapia], Sidang yang dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari perwakilan daerah, Komite Nasional Papua Barat [KNPB], unsur militer bangsa Papua [TPNPB], tokoh adat, hingga masyarakat sipil menghasilkan keputusan yang mengubah wajah perjuangan: penyelesaian status West Papua harus melalui mekanisme hukum internasional, termasuk pengadilan internasional yang berwenang.
“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang aspirasi, tapi telah memiliki rencana aksi konkret yang berdasarkan prinsip hukum yang berlaku di dunia,” tegas Gerson Pigai, Ketua NGR Fraksi Meepago dalam release pers yang diterima media hari ini.
Dalam Sidang tersebut, juga diumumkan restrukturisasi pimpinan baru untuk memperkuat tata kelola:
– Ketua: Gerson Pigai
– Sekretaris: Metusale Pekei
– Wakil Sekretaris: Jekson Gobai
Tak hanya itu, program kerja strategis periode ini telah dirumuskan secara detail, mulai dari penguatan kapasitas organisasi, sosialisasi ke seluruh masyarakat, advokasi dan diplomasi internasional, hingga dokumentasi penelitian dan penguatan jaringan kemitraan di berbagai tingkat.
“Kita serukan kepada seluruh komponen bangsa Papua, politik, adat, pemuda, perempuan, dan semua elemen, untuk bersatu padu di bawah naungan NGR. Perjuangan kita sekarang adalah perjuangan yang damai, terkoordinasi, dan bermartabat melalui jalur hukum yang diakui dunia,” tandas Pigai.
Keputusan ini disebut mencerminkan kehendak kolektif masyarakat adat Papua di Meepago dan akan dilaksanakan dengan transparansi penuh, sambil tetap menghormati hak asasi manusia universal dan norma internasional. [*]