DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM- Pastor Paroki, Orang Muda Katolik (OMK) Mauwa, bersama Kepala Distrik Kamuu merayakan misa requiem tiga hari/malam untuk mendoakan arwah almarhum Martinus Tebai yang ditembak mati oleh aparat keamanan bertugas di Dogiyai. Misa digelar pada Selasa (12/08) pukul 14.00–15.15 WIT, sekaligus mendoakan korban luka-luka dan situasi umum di Kabupaten Dogiyai.
Dalam khotbahnya, Pastor Paroki Mauwa Benyamin Sugiyatanggu Magay, Pr mengatakan bahwa Martinus Tebai adalah anak OMK dan misdinar yang aktif, rajin, setia, dan bercita-cita menjadi pastor.
“Kami mendoakan arwah Martinus Tebai, juga berdoa bagi yang luka-luka agar lekas sembuh, serta memohon agar situasi Dogiyai tetap kondusif,” ujarnya.
Ketua Dewan Paroki, Agustinus Goo, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam, dengan kepergian Martinus Tebai anak OMK dan Putra Altar Paroki Mauwa.
“Kami berdoa agar arwahnya selamat, karena ia sudah kembali kepada Tuhan yang memiliki segalanya,” ucapnya.
Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe, mewakili pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai, turut berbelasungkawa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk waspada dan menjaga keamanan.
“Marilah kita semua menutup pintu masuk miras dan mencegah pencurian demi perlindungan dan keselamatan bersama,” tegasnya.
Pembina OMK dan PPA, Ancelina Kogaa, mengenang almarhum sebagai sosok yang setia, rajin, bertanggung jawab, serta harmonis dalam kelompok OMK dan PPA.
“Kami sangat merasakan kehilangan atas kepergian Martinus,” tuturnya.
Dorvince Yobee, ibu kandung almarhum, mengungkapkan rasa sakit hati atas cara kematian anaknya.
“Martinus adalah anak yang sopan, bertanggung jawab di rumah, tidak pernah melawan orang tua, dan hanya aktif di gereja, sekolah, dan rumah. Ia sudah kelas 3 SMP, dan saya punya harapan masa depan untuknya,” ungkapnya penuh haru.
Misa requiem ini menjadi momen duka dan doa bersama bagi keluarga, umat dan masyarakat Dogiyai, yang berharap agar perdamaian tetap terjaga di tanah ini.