DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Rumah Sakit (RS) Pratama Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah menggelar sosialisasi tiga sistem pelayanan kesehatan yakni Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR), Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE), dan RS Online. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan efektivitas dan kolaborasi dalam layanan kesehatan bagi masyarakat Dogiyai.
Sosialisasi berlangsung di Sekretariat Rumah Sakit Pratama Dogiyai, Kamis (07/08), dan dihadiri oleh tenaga kesehatan serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.
Baca Juga: Terobosan Baru Tangani Gizi Buruk, Plt Kadinkes Deiyai Turun Kampung
Direktur RS Pratama Dogiyai, dr Rini Tigi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar tenaga kesehatan dan operator rumah sakit dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Sebagai tenaga kesehatan dan operator rumah sakit, kita harus menunjukkan pelayanan yang baik melalui kerja sama yang solid,” ujar dr Rini Tigi.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Rp10 Miliar di RSUD Nabire, Kejari Tingkatkan ke Tahap Penyidikan
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.
“Sosialisasi ini bisa berjalan sesuai harapan berkat dukungan dari pemerintah daerah, terutama kepala dinas kesehatan dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi,” tambahnya.
Baca Juga: Dinkes Dogiyai Siap Luncurkan Cek Kesehatan Gratis dan Aplikasi Pelaporan
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr Agus, menyampaikan bahwa layanan Rumah Sakit Pratama Dogiyai idealnya harus berlangsung selama 24 jam penuh.
“Hal ini menjadi salah satu syarat utama untuk peningkatan status Rumah Sakit Pratama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” Jelasnya.
Lanjut, “Sebagai tenaga kesehatan, apapun yang menjadi program nasional harus kita jalankan sebagaimana mestinya,” tegas dr Agus.
Baca Juga: Bupati Dogiyai Yudas Tebai Terima Penghargaan The Best Eksekutif Leader 2025
“Sosialisasi 3 layanan kesehatan menjadi penguatan jejaring rujukan dinilai penting untuk memudahkan akses layanan kesehatan yang terintegrasi, terutama di daerah Dogiyai.” ungkapnya