NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – SMK Kesehatan Anigou Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyuarakan harapan besar kepada pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk memberikan dukungan terhadap pembangunan gedung sekolah, penambahan ruang kelas, serta penyempurnaan pagar keliling sekolah.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Musa Pekei, saat ditemui Jelatanewspapua.Com di Nabire, Rabu (30/07).
“Di SMK Kesehatan Anigou ini masih ada banyak kekurangan. Beberapa gedung belum dibangun, pagar samping dan belakang belum selesai. Bahkan selama ini, SD dan SMP yang ada di sekitar biasanya ikut memakai gedung SMK karena mereka juga belum punya gedung sendiri,” ujar Pekei.
Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan sangat mempengaruhi kelancaran proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah kabupaten Nabire dan pemerintah provinsi Papua Tengah dapat lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur pendidikan.
“Pemerintah ini kan bagian dari usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, itu amanat konstitusi. Jadi kami harap perhatian lebih, khususnya dalam membangun gedung-gedung yang belum ada dan menyelesaikan pagar sekolah,” tambahnya.
Tak hanya pemerintah, Pekei juga mengajak pihak swasta, pengusaha, dan semua kalangan yang peduli pendidikan untuk ikut berkontribusi.
“Ini bukan tanggung jawab pemerintah saja. Siapa saja yang merasa terpanggil untuk bantu pendidikan bisa ikut ambil bagian. Kita sama-sama mendidik anak-anak bangsa. Pendidikan ini dasar untuk masa depan mereka,” ucapnya.
Selain gedung dan pagar, Pekei juga menyoroti kekurangan fasilitas laboratorium. Ia menyebut sekolah masih kekurangan lab komputer dan lab kesehatan untuk praktik siswa sesuai jurusan.
“Kita ini SMK dengan jurusan medis, ada keperawatan, kebidanan, farmasi, juga asistensi keperawatan. Jadi sangat butuh lab untuk mendukung pembelajaran. Anak-anak tidak bisa hanya belajar teori, mereka juga harus praktik,” jelasnya.
Adapun jurusan yang ada di SMK Kesehatan Anigou saat ini adalah Asistensi Keperawatan, Farmasi, Kebidanan, dan Keperawatan Sosial.
“Kami berharap ke depan ada perhatian nyata untuk bangun fasilitas pendukung pembelajaran agar siswa bisa belajar dan praktik secara maksimal,” tutup Musa Pekei.