DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Tim Pendalaman Kitab Suci Nasional Paroki Santo Petrus Mauwa, Dekenat Kamu-Mapia, Keuskupan Timika, terdiri dari pewarta, kader dan akolit yang mendapat pembekalan sebelum menjalankan tugas memberikan pendalaman Kitab Suci di empat kombas dan satu stasi Paroki Mauwa.
Pembekalan berlangsung pada Senin (01/09) di Aula Gereja Santo Petrus Mauwa dengan suasana penuh khidmat. Kegiatan ini menghadirkan Diakon Markus Auwe, Frater Sorus Degei, Pr, dan Yulianus Tebai sebagai pembicara, serta mengusung tema “Allah: Sumber Pembaruan Hidup”.
Diakon Markus Auwe menekankan bahwa tim pendalaman Kitab Suci nasional adalah “tim sukses Yesus di Dogiyai”. Ia mengingatkan pentingnya membangun relasi yang sehat dengan diri sendiri, keluarga, sesama, alam, leluhur, hingga Allah.
“Dengan relasi tersebut, setiap masalah akan menemukan jalan keluar, dan harapan hidup selalu terbuka,” ujar Markus. Ia menambahkan, Injil bukan sekadar bacaan rohani, melainkan sumber kekuatan nyata yang menguatkan umat dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Frater Sorus Degei mengingatkan bahwa tahun 2025 merupakan Tahun Yubelium, momentum rohani yang bermakna pembebasan, pengampunan, dan harapan baru. Ia mengajak umat menjadikan kesempatan ini sebagai panggilan untuk memperbarui hidup, baik dalam relasi dengan Allah, sesama, maupun seluruh ciptaan.
“Pembaruan hidup sejati hanya bisa dicapai jika manusia mampu berdamai dengan sesama dan dengan alam yang menopang kehidupannya,” kata Sorus.
Senada, Yulianus Tebai menegaskan pentingnya mengikuti jejak Kristus dengan menghadirkan kasih dalam tindakan nyata. Menurut dia, iman bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan lewat kepedulian, solidaritas, dan pelayanan sehingga umat dapat merasakan kehadiran Kristus yang hidup di tengah mereka.
Pembekalan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperdalam iman umat. Suasana antusias terlihat dari keseriusan peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga ditutup dengan doa dan refleksi bersama.
Para peserta pun berkomitmen untuk menjadi pewarta kabar baik di tengah umat dan masyarakat Dogiyai. Dengan hati yang diperbarui, mereka berharap dapat menyalakan api iman dan membawa terang bagi keluarga, sesama, alam, leluhur, dan seluruh bangsa.