PUNCAK PAPUA, JELATANEWSPAPUA.COM- Tindakan aparat keamanan kembali menjadi sorotan tajam publik, pada Sabtu (23/08), warga Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, melaporkan adanya perampasan bantuan beras masyarakat oleh personel TNI yang bertugas di wilayah tersebut.
Menurut kesaksian warga melalui sambungan telepon, beras bantuan yang seharusnya dibagikan untuk masyarakat di Distrik Beoga diambil alih aparat. “Beras itu hak masyarakat. Tapi TNI ambil dan bagi ke pos-pos. Masing-masing pos ambil sampai 50 sak,” ungkap salah seorang warga Beoga.
Insiden ini menambah daftar panjang praktik serupa di daerah konflik Papua. Beberapa bulan lalu, publik juga dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan dugaan pemotongan dana desa hingga Rp50 juta di distrik yang sama, yang melibatkan aparat TNI/Polri.
Warga menilai perampasan bantuan ini sebagai bukti nyata ketidakmampuan negara membiayai keberadaan aparat organik maupun non-organik di daerah operasi.
“Kalau negara mampu, tidak mungkin tentara makan dari hak rakyat,” tambah warga tersebut.
Jelatanewspapua.com juga menerima bukti gambar dari lapangan yang memperlihatkan kondisi bantuan di lokasi. Masyarakat menyebut tindakan aparat ini tidak wajar, sebab beras bantuan itu menjadi penopang hidup mereka di tengah situasi darurat, keterbatasan ekonomi, dan akses pangan yang semakin sulit.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak TNI maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait laporan perampasan bantuan beras di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.