DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Dogiyai melalui Pokja III menggelar pelatihan pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal bagi kader posyandu dan ibu hamil. Kegiatan berlangsung di Gedung Koteka Moge, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Kamis (13/11).
Pelatihan tersebut dibuka oleh Sekretaris TP-PKK Kabupaten Dogiyai, Ny. Adolvina Tebai, S.Pd., M.Pd, mewakili Ketua TP-PKK Dogiyai, Ny. Maria Frederika Keiya Tebai, S.Pd, yang berhalangan hadir karena tugas luar daerah.
Dalam sambutan tertulis Ketua TP-PKK yang dibacakan Adolvina, Maria Frederika menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan para ibu dalam mengolah MPASI yang sehat dan bergizi dari bahan pangan lokal.
“Ibu Ketua menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir bersama kita hari ini. Namun beliau berpesan agar kegiatan ini dimanfaatkan sebagai wadah pembelajaran yang bermanfaat bagi para peserta, terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan pengolahan MPASI dari bahan pangan lokal,” ujar Adolvina Tebai.
Maria Frederika menegaskan bahwa TP-PKK Dogiyai berkomitmen mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan ketahanan keluarga melalui peningkatan gizi ibu dan anak.
“Keberhasilan keluarga dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sangat bergantung pada pemenuhan gizi sejak dini, mulai dari masa kehamilan hingga pemberian MPASI,” tulisnya dalam sambutan.

Ia juga menyoroti kekayaan alam Dogiyai yang memiliki potensi pangan lokal melimpah seperti ubi, keladi, singkong, jagung, kacang-kacangan, serta hasil ternak dan sayur-mayur. Potensi ini, kata dia, harus dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga tanpa ketergantungan pada produk pabrikan.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokja III TP-PKK Dogiyai, Ny. Yulita Tigi, S.Sos, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong kemandirian keluarga dalam pemenuhan gizi anak serta menekan angka stunting di Kabupaten Dogiyai.
“Kami ingin melatih para mama agar mampu mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitar rumah menjadi MPASI bergizi, sehat, dan ekonomis. Dengan begitu, para ibu bisa mandiri dan ikut berperan dalam pencegahan stunting di Dogiyai,” jelas Yulita.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ibu Yuli Sapan, Ibu Alfrida Dumuk, dan Ibu Yuliana Iyai. Peserta berasal dari berbagai distrik di Dogiyai, terdiri atas kader posyandu, ibu hamil, dan anggota TP-PKK.

Di akhir kegiatan, TP-PKK Dogiyai berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan membagikannya kepada masyarakat melalui kegiatan posyandu di masing-masing kampung.
“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai langkah nyata menuju keluarga sehat, cerdas, dan sejahtera. Dogiyai Dou Ena — Dogiyai yang lebih baik. Tuhan Allah memberkati kita semua,” tutup Adolvina Tebai.