VICTORIA, JELATANEWSPAPUA.COM – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM) menyerukan kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) untuk menggelar upacara dan pengibaran bendera Bintang Kejora pada 1 Desember 2025.
Seruan tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi pada Sabtu, (29/11), dalam rangka memperingati apa yang mereka sebut sebagai momentum pengumuman embrio kemerdekaan Papua pada 1 Desember 1961, ketika Pemerintah Belanda mengakui simbol negara Papua dan mempersiapkan administrasi pemerintahan sendiri.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan bahwa aksi tersebut menjadi bentuk penegasan politik terhadap sejarah perjuangan Papua. Mereka juga mengajak rakyat Papua, diplomat pro-kemerdekaan, dan komunitas internasional untuk turut memperingatinya.
TPNPB menilai bahwa pengakuan Belanda pada 1961 kemudian direspons oleh Pemerintah Indonesia melalui maklumat Tiga Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961, yang menurut mereka menjadi awal dari rangkaian operasi militer dan konflik berkepanjangan di Tanah Papua.
Dalam pernyataannya, Manajemen Markas Pusat TPNPB mengklaim bahwa konflik bersenjata antara TPNPB dan militer Indonesia selama lebih dari enam dekade telah mengakibatkan banyak korban jiwa dan pengungsian warga sipil. Mereka menilai situasi ini belum terselesaikan hingga saat ini.
Lebih lanjut, TPNPB mendesak Pemerintah Kerajaan Belanda di bawah kepemimpinan Raja Willem-Alexander untuk bertanggung jawab menyelesaikan konflik Papua dengan melibatkan Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Pemerintah Indonesia.
“Penelusuran sejarah Papua dan konflik di Papua harus diselesaikan oleh Belanda yang juga melibatkan Amerika, PBB serta Indonesia,” ujar Sebyy.
Siaran pers itu ditandatangani oleh jajaran pimpinan tinggi TPNPB, yakni Panglima Tinggi Jenderal Goliat Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen. (*)