PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai akan menjadi tuan rumah Musyawarah Pastoral (MUSPAS) Mee ke-VIII yang dijadwalkan berlangsung pada 2–9 Februari 2026. Kegiatan akbar umat Katolik Mee ini diselenggarakan sebagai bentuk pesta iman bernuansa budaya Mee, serta menjadi wadah konsolidasi pastoral antar Dekenat di wilayah Keuskupan Timika.
Ketua Panitia MUSPAS Mee VIII, Yunus Kadepa, S.Pd menyampaikan bahwa persiapan acara telah dimulai sejak tahun 2025. Panitia bersama umat tengah mempersiapkan berbagai infrastruktur dan kebutuhan pelayanan, baik di tingkat paroki, wilayah, stasi hingga Kombas.
“Kami sedang melakukan persiapan tata lingkungan, pembangunan fasilitas baru, serta kesiapan umat di 4 wilayah, 11 stasi dan 24 Kombas untuk menjemput peserta dari 3 dekenat dan 2 dekenat tamu. Total ada 5 dekenat yang akan hadir,” ujar Yunus Kadepa kepada media ini, Kamis (27/11/2025).
Acara ini mengusung tema: “Iya-Iya Akatiyake” yang bermakna: “Kita saling menyelamatkan, bangkit dan berjalan bersama.” dan Sub Tema: “Koya Kou Ani Dou Ma Ida Awii Maa”, yang bermakna: “Kita memilih yang baik, mengambil yang baik, dan mengisinya dalam hidup kita.”
Menurut Kadepa, Panitia memastikan penyambutan dan pelayanan terhadap seluruh peserta dilakukan sebaik mungkin dengan menjunjung nilai keamanan, ketertiban dan kebersamaan umat Katolik.
“Kegiatan ini merupakan pesta iman Katolik versi adat suku Mee. Kami siap menyambut dengan penuh sukacita dan menjamin pelaksanaan yang aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Lebih jauh, Kadepa menyebutkan MUSPAS Mee VIII akan dihadiri yakni pemerintah daerah Provinsi Papua Tengah, delapan pemerintah kabupaten, Uskup Timika, para Pastor, Dewan Pastoral, pewarta, dan Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Paniai juga akan mengambil bagian dalam perhelatan, sementara itu, peserta yang akan hadir dari setiap paroki telah ditetapkan berdasarkan hasil keputusan Tim Pastoral bersama panitia paroki, yaitu sebanyak 188 peserta untuk setiap paroki.
Sebagai tuan rumah, umat Katolik se-Meuwo Paniai siap menyambut saudara-saudari dari tujuh kabupaten lain di wilayah Keuskupan Timika. Kehadiran seluruh peserta dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjalanan iman orang Mee.
“Kita ingin membuktikan harga diri Mee dalam Gereja Katolik, serta memperkuat pondasi sejarah perjuangan umat Mee dalam kehidupan gereja,” tambah Kadepa.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan oleh umat dengan tapal batas Atotiki sampai Kegata, Panitia memastikan Paroki Kristus Jaya Komopa siap menjadi pusat persaudaraan dan kedamaian umat.
“Semoga Tuhan menyertai kita, menghadirkan kebersamaan menuju kehidupan yang bersatu dalam Gereja,” tutupnya. (*)